Skip to main content

Posts

Wisata Religi ke Makam Suci Kampung Adat Dukuh, Cikelet Garut

Suasana depan Rumah Mama Uluk (Kuncen) Sumber: Dokumentasi Pribadi 2025 Kampung Adat Dukuh merupakan sebuah tempat spiritual sekaligus wisata religi. Saya ditahun 2025 baru kali pertama berkunjung kesini meskipun jarak dari Bungbulang tempat saya sekitar menempuh satu jam setengah memakai kendaraan bermotor. Setibanya di Kampung Adat Dukuh keunikan dan kesederhaan dijaga dan dirawa dengan baik. Sebagaimana adat sunda dikenal dengan orang-orang yang bertutur baik serta someah sama disini juga ketika menyambut tamu yang datang disabut oleh penduduk setempat. Pertama kali kesana melihat ruang yang dibatasi oleh pagar bambu menandakan energi yang luar biasa. Menurut masyarakat disana dan dikuatkan oleh Mama Uluk merupakan simbol ruang spiritual yang terdapat di Dukuh. Terlihat berjajar motor yang sangat banyak diluar kampung Dukuh menandakan banyaknya wisata religi yang berkunjung kesana. Mereka banyak sekali yang datang mulai dari sekedar melihat keindahaan dengan kehidupan yang sederhana...

Urgensi Mempelajari Tafsir Al-Quran Dalam Perspektif Hadis

Oleh: Hendi Supriatna  Dari Abi Umamah r.a. berkata, aku” mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ”Bacalah Ai-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu pada hari Kiamat akan memberikan syafa’at kepada pembacanya.” (HR. Muslim) عَÙ†ْ عُØ«ْÙ…َانَ رَضِÙŠَ اللَّÙ‡ُ عَÙ†ْÙ‡ُ عَÙ†ْ النَّبِÙŠِّ صَÙ„ّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ وسَÙ„َّÙ… Ù‚َالَ   Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ Ù…َÙ†ْ تَعَÙ„َّÙ…َ الْÙ‚ُرْآنَ ÙˆَعَÙ„َّÙ…َÙ‡ُ رواه البخاري والترمذي Usman ibn Affan ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “ Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya ”. Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no. 4639), Abu Dawud (hadis no. 1240), al-Tirmizi (hadis no. 2832), dan Ibn Majah (hadis no. 207). Hadis tersebut merupakan keharusan bagi seorang muslim belajar al-quran dan mengamalkannya. Sebab jika tidak belajar terhadap keduanya bukan seorang muslim yang taat. Apalagi mendalami tentang isi kandungan al-Quran yang begitu mendalam. Karena kedalaman inilah memerlukan tafsir yang relevan. Sebab al-Quran yang masih...

Refleksi Atas Ketidakmungkinan

Kehidupan bisa mungkin jika dijalani dengan hidup tetap berjalan. Perjalanan menentukan dua kemungkinan bisa menjadi iya atau tidak. Kedua ini memang cukup rumit dalam menentukan apa yang sedang kita jalani dan tidak ingin kita jalani. Belajar dari ketidakmungkinan ini memang cukup meragukan. Keraguan ini menjadi jalan terbaik untuk kita disaat tidak ada lagi jala. Sebab kita tidak pernah tau apakah keraguan ini ditakdirkan atau kita bebas menentukan apa yang kita inginkan. Ketidaktauan kita sangat besar terhadap apa yang ingin kita ketahui semuanya. Berjalan dengan penuh kehampaan atau berjalan dengan harapan tetapi ia tidak bermanpaat untuk orang lain. Namun kebermanpaat itu untuk apa kita lakukan. Jika hanya sebatas bermanpaat. Apakah kebermanpaatan itu. Dengannya apakah kita bisa menemuinya setiap pagi dan sore.

Hoaks dan Kebebasan Berekspresi

 Jika hoaks adalah berita bohong lalu siapa yang akan menjamin bahwa sesuatu itu adalah berita bohong. Kebohongan informasi akan sulit dibedakan ketika ada suatu diskursus yang dikatakan adalah berita bohong.  Diskursus yang dilakukan oleh masyarakat selalu dikaitkan akan selalu fenomena yang terjadi dalam suatu perdebatan. Akan sulit dimaknai ketika kita tidak bisa membedakan mana berita hoaks dan percakapan diruang publik.  Kebebasan berekspresi selalu dikaitkan dengan anggapan bahwa itu adalah hoaks. Sering kita jumpai ketika kita melihat sesuatu sebagai kritik atas pemerintah. Yang tidak bisa mempertahankan dalil yang ia lakukan.  Seolah-olah setiap kritik dan percakapan selalu dianggap hoaks. Sebenarnya bukan hoaks tapi ingin melanggengkan sesuatu kekuasaan. 

Memahami Dunia Semakin Absurd

 Teringat dari ucapan seorang pemikir Michael Faucault bahwa kita semua berada pada pertarungan wacana. Siapa yang mendominasi seolah-olah itu dianggap benar. Dari mana anda tau bahwa itu semua adalah sebuah kebenaran. Sedang manusia hanya berada dalam relasi wacana yang saling mendominasi.  Seandainya hidup bisa selamanya lalu untuk apa kita hidup jika pada akhirnya penantian akan kematian akan terjadi. Kita tidak bisa bertanya kepada seorang Nabi sebab ia tidak akan pernah kembali. Kita memegang satu kitab tapi kita menutup tafsir atas kitab yang lain.  Kita dibuat untuk bisa memahami tapi kita dipaksa untuk bisa setuju. Kedua ini kita tidak pernah mendiskusikan diruang-ruang publik yang kita diskursuskan kebanyakan wilayah privasi mereka masing-masing. Apakah bisa hal ini bisa saling berbenturan padahal kita ingin menemukan sesuatu yang universal.  Namun kita bisa melihat dengan suatu pemikiran post modern. Ia menyuguhkan suatu diskursus melihat sesuatu tidak hany...

Retorika Aristoteles: Sebuah Upaya Mempengaruhi Publik

Periode Yunani merupakan peradaban klasik pada waktu itu. Ketika Sokrates, Plato dan Aristoteles telah bersama merumuskan dan menuaikan berbagai pemikiran. Ketiga orang ini telah banyak mempengaruhi khalayak pada saat itu. Terutama perlawanan terhadap kekaisaran yang dianggapnya penuh dengan apa yang dianggap tidak benar. Namun Hadirnya retorika telah mampu mempengaruhi kehadiran berbagai corak pemikiran.  Pada zaman yunani kuno retorika dipakai sebagai alat untuk memenangkan persidangan. Keputusan Hakim yang menjadi titik tolak keputusan menjadi poin penting dalam seni mempengaruhi. Keputusan hakim melihat publik menjadi keputusannya. Dengan demikian publik sediri bisa dipengaruhi oleh retorika. Seperti yang dipakai oleh Aristoteles dalam bertujuan untuk memenangkan dalam sebuah persidangan.  Retorika bisa dikatakan sebagai teori atau sebagai praktik. Kehadiran retorika terutama apa yang dicetuskan oleh Aristoteles sangat signifikan dalam mempengaruhi khlayak banyak. Terutama...

Kecemasan

 Kenapa kita hidup jika pada akhirnya kematian menunggu. Terkadang kematian merupakan sesuatu yang menankutkan  jika pada akhirnya akan mati. Malahan jika kecemsan ini sangat tinggi penyakit akan mendekati kita. Terkadang kecemasan merupakan penyebab dari ketidakberdayaan kita terhadap penggerak pertama.  Semua orang sudah biasa merasakan demikian. serta semua orang disebabkan dengan berbeda persoalan kecemasan. Kita cemas karena takut ditolak pacar, kita cemas takut gagal. Meskipun siapa yang mengklaim tentang kegagalan tersebut. Toh kegagalan tersebut masih ada yang mengontrol. Lantas seperti apa yang kita harapkan dengan demikian kita tidak bisa berlari dari kecemsaan ini. Meskipun bersikap untuk telang telah kita lakukan sedemikian rupa.  Rasa ketakutan akan sesuatu tidak bisa dipungkiri. Meskipun rasa takut hanya kepada tuhan lantas kenapa manusia takut atas sesama mahluknya. Kita dilindungi oleh siapa kita mau berlari kemana sedangkan pelarian ini tidak ada akh...

Menjaga Kewarasan, Merawat Kebebasan

 Kita tidak bisa tau bahwa dirinya sedang berfikir. Kesadaran seolah-olah telah lupa bahwa dia sebenarnya tidak menyadari. Akan tetapi kesdaran hanya bisa disetir pada kendaraan. Dengan demikian dapat bisa mengontrol dengan kecepatan yang sesuai.  Seolah-olah kita tidak bisa kembali jika itu mungkin akan bertanya pada bapak-bapak itelektual kita. Seperti peradaban Yunani Sokrates, Aristoteles dan Plato. Meski terlampau jauh namun semangat mereka berfikir akan selalu dikenang.  Perlawanan terhadap kekaisaran yang menindas tidak bisa tinggal diam. Mereka membuat suatu diskurus yang menyebar ditengah-tengah masyarakat. Hal ini seolah-olah masyarakat dibuat bingung. Dengan suatu kesadaran bahwa dirinya telah dikontrol oleh kelompok minoritas kuat yang memegang status quo .  Status quo tersebut telah menjadikannya tuhan baru. Meskipun hari ini banyak menyuarakan membela atas nama tuhan dan pertarungan dan perpecahan atas nama agama. Bahkan berani mati atas nama perjuanga...

Dakwah Gaya Baru, Sebuah Upaya Melihat Islam Berkemajuan

Sejak abad 12 pergulatan teologi islam mengalami keterpurukan. Perdebatan anatara Syiah dan Sunni menuai banyak polemik. Kalangan Syiah yang nota bene merupakan kelompok pengikut Ali yang menentang kelompok penguasa.  Sampai bermunculan kelompok-kelompok yang berpaham keluar dari barisan tersebut. Khawari, Kodariyah, Jabariyyah, Muta'zilah dan Asya'riyyah. Sebuah fenomena peradaban islam yang lengkat akan warna. Dengan pergulatan tersebut bisa kita telusuri makah melihat islam yang berkemajuan.  Realitas sekarang kita bisa lihat atas nama agama pertumpahan darah bisa terjadi. Atas nama Tuhan saling dengki dan menghasut bisa terjadi. Bahkan atas nama tuhan keadilan tak pernah muncul kepermukaan. Sebab tuhan-tuhan baru telah muncul. Sosok kapitalisme dan feodalisme ditengah umat islam masih terbelenggu.  Namun kita akan sedikit menggeser bahwa tuhan dibumi mampu mengatasi problem hal itu. Seolah-olah tuhan yang kita sembah jauh dari peradaban bumi tertiwi. Tuhan sendiri tel...

Kembali Pada Saat Yang Sama

 Tulisan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. Namun aku akan tulis secara biasa saja. Soalnya sesuatu yang biasa jika terus menerus dilakuka ia akan merasakan efek yang sangat luar biasa.  Dalam tulisan bukan sajian untuk serius sebab buat serius jika pada akhirnya akan tertawa. Keseriusan dan ketidakseriusan memang dipertanyakan banyak orang seperti pacaran, jodoh dan lain-lain. Memang sangat membingunkan seperti mahasiswa yang teriak keadilan dalam tubuh ketidakadilan sendiri.  Bagiku menjadi mahasiswa adalah momen untuk mencari dan melakukan yang biasa saja. Sebab orang terlalu banyak yang mencari yang luar biasa. Bagiku kedua hal itu memang biasa saja.  Oke, aku menulis bukan untuk curhat apalagi mendonging. Tapi tulisan ini adalah pikiranku baik bermanpaat atau tidak. Sebab kedunya memiliki sesuatu yang biasa saja.  Aku menulis sudah lulus kuliah, kehidupan kampus berlomba-lomba dalam menjadi sosok yang luar biasa. Namun bagi saya, hanyalah ingin menjadi m...

Michael Foucault's Theory of Power

Power, according to Michael Foucault, does not lie at the top but from the presence of political and economic benefits. Power becomes a struggle in a strong minority for mutual domination. So with that that power spreads no longer at the peak. The knowledge that Foucault considers power. Absolute truth is found in knowledge. When the axiom or truth has been incontrovertible so far is knowledge. Thus that is what is meant by absolute truth. Knowledge is something that a group of people collects and determines is used by a strong minority to impose ideas. About those who are considered "right" in the majority. With that, power is the determinant of truth. Power has the legitimacy of determining what is right and deciding what is normal and abnormal or wrong and right. So that truth is produced in power. Then the truth is no longer beyond power. Michael Foucault offers a geneological method. That realizing power is fighting against strong minorities to dominate each other. So th...

Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis

The study of discourse has reaped the surface for discussion. Discourse is text, speech, both verbal and non-verbal, which is communicated continuously. Discourse is often influenced by social conditions. So that the language or text is no longer neutral. One of the critical discourse analysis models is Norman Fairclough, which offers discourse analysis. According to him, text makers are no longer neutral but are influenced by the social context that develops in the area of ​​the text or discourse maker. In Fairclough's analysis the text contains ideology and power. So the text is seen as a discourse practice and social change. To reveal the meaning and meaning in the text Fairclough offers a three-dimensional analysis. Namely, First, the analysis of texts that contain things such as linguistics, coherence, diction, grammar and vocabulary. So that it is divided into representation, relations and identity. Then the representation is divided into clauses, a combination of clauses and...

Memahami Teologi sebagai Sebuah Tindakan

 Islam sebagai sebuah agama memberika tawaran untuk bersikap baik maupun buruk. Namun kebaikan dan keburukan telah menjadi tuntutan bagimana nasib kita setelah kematian. Seakan-akan kita diiming-imingi oleh kenikmatan surga dan siksaan dinearaka.  Seolah-olah islam hanya sebuah keputusan yang bisa memponis seseorang. Manusia sekan tidak berdaya dihadapan takdir. Seta tidak bisa keluar dari segala kungkungan yang menjeratnya. Akan tetapi persoalan nasib dan keputusan manusia ada dalam kehendak dirinya.  Manusia bebas menentukan nasib dan perjalanannya asalkan dapat dipertanggungjawabkan olehnya. Keputusan dan kebebasan tersebut melekat pada sebuah kesadaran. Hal ini, telah menjadikan manusia sebagai ketidakberdayaan dihadapan keputusannya.  Namun untuk menulusuri hal itu, kita akan masuk pada ajaran ini dari islam. Dan inti ajaran islam adalah tauhid (teologi). Seiring laju dan berkembangnya sejarah teologi telah menawarkan konsep dari berbagai perspektif. Mulai dari ...

Memikirkan Ulang atas Keberislaman Kita

 Islam merupakan ajaran universal yang masuk pada ruang berbagai aspek. Situasi ini telah hadir sebagai jawaban atas pendekataan islam tentang politik, sosial dan ekonomi. Meskipun islam dianggap sebagai sebuah agama yang melekat pada unsur kebudayaan.  Sepanjang jalan kenangan islam hadir sebagai wajah penyelamatan atas tuntutan dihari akhir, yakni terdapat dua jalan yang dianggap umat islam sebagai pintu gerbang setelah kematian. Neraka dan surga telah menghantui umat islam bagiamana nasib kedua jalan tersebut ditentukan oleh kehidupan sekarang.  Namun persoalan tersebut telah membabi buta sehingga umat islam kurang dalam memikirkan situasi saat ini. Islam dipandang sebagai suatu gerakan statis yang mempunyai sikap menerima saja. Sebagai seorang islam harus meragukan kembali atas berbagai pengetahuan yang didapatkan. Agar bertujuan mempunyai kebenaran yang mutlak atas apa yang diyakini olehnya.  Sebuah sikap yang mesti dipikirkan kembali dalam kehidupan keberislam ...

Setelah Kehadirannya!

  "Negeriku Tak Seindah Dulu"  Situasi sulit telah menekan kehidupan sekarang. Tekanan tersebut bernama Covid19 yang massuk pada kehidupan manusia. Kehidupan serasa penuh dengan ketakutan akan kematian. Kenapa kita hidup sedangkan pada akhirnya kita bertemu dengan suatu gerbang yang dinamakan kematian.  Serasa kehidupan yang penuh dengan gejolak pertentangan kekuasaan. Kehidupan yang saling medominasi diatas kepentingan para kelompok tersebut. Silang pendapat serta pergulatan pemikiran seolah-olah mereka menampilkan pada cermin yang kosong. Sebab cermin tersebut diletakan di WC yang penuh dengan kotoran.  Sekelompok orang ada yang menyurakan yang dianggapnya penuh dengan kebenaran. Padahal ingin muncul kepermukaan. Sebagai seorang yang lahir dari kerajaan bebas melakukan appaun. Kekuasaan yang ia hendaki sangat mudah diakses seperti main game di warnet. Seolah-olah punya relasi dalam kehidupan yang senantiasa penuh dengan hasrat kekuaasan.  Kita tidak pernah tau...

Pandemi Covid19 menurut Hassan Hanafi

Pandemic Covid19 menjadi kenyataan sulit diwaktu sekarang. Situasi sulit tersebut telah menyebabkan umat islam menjadi getir. Semua peribadahan menjadi terhambat. Perjuangan untuk melawan rejim  ikut terhenti.  Perputaran ekonomi menjadi putus hingga nasib kaum miskin tidak bisa dipungkiri. Umat islam mempunyai keyakinan bahwa semua itu tidak mungkin tanpa sebab. Semua yang terjadi telah disusun untuk meruntuhkan segala penindasan yang telah menderita umat islam selama ini. Problem yang dihadapi umat islam telah menyelimuti seluruh hampir diplosok negeri hingga non islam pun ikut mengalami dampak tersebut.   Namun bagi Hassan Hanafi dua kenyataan sulit yang dihadapi umat islam. Satu sisi harus berhati-hati terhadap Covid19 agar perjuangan melawan kezoliman rejim terus digaungkan. Disisi lain harus keluar dari problematika yang merasuk tubuh umat islam sejauh ini. Yang telah mengalami Penindasan, keterbelakangan, kebodohan dan ketidaksetaraan.  Kenapa semua itu b...

Filosofi Gunung

Dokumen Pribadi Ketika diPuncak Bersama Supriatna  Sebuah kenyataan sulit yang akan kita hadapi. Gunung yang tinggi tak mudah ditaklukan. Begitupun keadaan sosial yang menuntut akan suatu perubah tak semudah mengambil hati seorang perempuan cantik. Meski ia tak pernah kembali. Tapi dinamika sejarah akan selalu berubah. Sebuah pertanyaan besar yang cukup penting bagi pendaki gunung. Kenapa mereka pergi naik gunung? Alasan apakah yang sebenarnya mereka pergi. Emangnya gunung memberikan seorang perempuan cantik, kenapa kow terpukau  sehingga kow terperangkap olehnya. Pergi kegunung bukanlah suatu tujuan. Yang menjadi tujuan bagi pendaki adalah pulang kerumah dengan selamat. Lalu buat apa pergi kegunung jika tidak membuatkan hasil. Emangnya hasil yang didapatkan buat apa. Tentu pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering direnungi oleh penulis. Kenapa mereka lari kegunung. Pelarian yang mereka impikan dan wajah gunung yang katanya rasa indah. Telah memikat semua orang ter...

Seseorang Ketika Melawan Takdir

Tanaman Kaktus, poto tersebut diambil oleh santi teman penulis Stuasi yang tidak diinginkan merupakan suatu hal yang tidak pantas. Jika kita menginginkan sesuatu tak mungkin menjalani. Tapi takdir tak berkata meski kejadian itu tetap terulang. Melawan takdir memang membingungkan. Manusia dihadapkan oleh kedua kenyataan sulit. Disatu sisi ia harus berusaha dituntut oleh kesuksesan. Tapi disisi lain manusia tidak bisa berbuat apapun melain kehendak oleh yang diatas. Berbagai kemungkinan selalu terjadi. Padahal manusia bebas menentukan nasibnya sendiri. Ketika ia ingin berbuat kebaikan serasa ia terbatasi. Takdir yang masuk terhadapnya memang cukup membelenggu. Kedua kenyataan sulit itupun serasa tak bermakna ataukah hanya ujian. Kita tak pernah menghindar dari kedua kenyataan sulit itu. Terkadang jika kita meratap keatas dan menginjak kaki kebawah. Lalu aku selalu bertanya kenapa sih dunia ini harus begini. Dan kenapa harus begitu menghadapi kedua kenyataan yang sulit itu. ...

Ketika Proletar Berkirim Surat

Sumber: Pexels Terkadang menjadi proletar bukan menjadi pilihan. Tetapi takdirlah yang menentukan bahwa seseorang itu dikatakan proletar. Kaum yang dipandang sebelah mata, terpinggir, kumuh dan bau. Mungkin klaim seperti itulah yang melekat dalam status seorang proletar. Menjadi mungkin ketika takdir tak sanggup merubahnya. Hanya angan-angan dan ikatan pandangan yang ditindas. Mereka lemah dalam suatu kehidupan yang hina. Mereka adalah jalang yang tidak punya kekuatan untuk merubahnya. Tinggal menunggu tuhan yang memberi kasih sayang terhadapnya. Meski mereka tidak akan memilih terhadap jalan yang dilaluinya.  Proletar merupakan penamaan terhadap suatu kelompok yang dianggap miskin dan tidak punya apa-apa. Yang mereka miliki adalah kekuatan tenaga yang ada dipundak dan tangannya. Penyebutan tersebut bagi Marx adalah suatu kelompok yang lemah. Seperti kaum buruh dan petani bahkan lebih jauh seperti terlantar, tidak berpendidikan, lemah ekonomi sampai banyak pandangan ...