Skip to main content

Kembali Pada Saat Yang Sama

 Tulisan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. Namun aku akan tulis secara biasa saja. Soalnya sesuatu yang biasa jika terus menerus dilakuka ia akan merasakan efek yang sangat luar biasa. 

Dalam tulisan bukan sajian untuk serius sebab buat serius jika pada akhirnya akan tertawa. Keseriusan dan ketidakseriusan memang dipertanyakan banyak orang seperti pacaran, jodoh dan lain-lain. Memang sangat membingunkan seperti mahasiswa yang teriak keadilan dalam tubuh ketidakadilan sendiri. 

Bagiku menjadi mahasiswa adalah momen untuk mencari dan melakukan yang biasa saja. Sebab orang terlalu banyak yang mencari yang luar biasa. Bagiku kedua hal itu memang biasa saja. 

Oke, aku menulis bukan untuk curhat apalagi mendonging. Tapi tulisan ini adalah pikiranku baik bermanpaat atau tidak. Sebab kedunya memiliki sesuatu yang biasa saja. 

Aku menulis sudah lulus kuliah, kehidupan kampus berlomba-lomba dalam menjadi sosok yang luar biasa. Namun bagi saya, hanyalah ingin menjadi mahasiswa biasa. Tidak seperti orang lain ingin menjadi seorang pejuang dan sosok yang heroik dalam kehidupan kampus pada khususnya. 

Dari seorang aktif hingga gila akan jabaran sampai sesuap tabungan untuk mencapainya. Dari orang-orang fundamentalis sampai kaum liberal semuanya saling menyingguh.  Dari kanan sampai kiri sosok heroik semuanya berlomba. Kaya di film-film heroik seperti spiderman, ironman, hulk dan sebagainya.

Namun bagi penulis sendiri itu semua hanya diskursus. Semua dianggap biasa saja namun penulis sendiri hanya ingin menjadi mahasiswa biasa, biasa dalam menulis, biasa dalam diskursus, biasa dalam membaca dan biasa melihat ketidakadilan dalam kehidupan ini. 

Sebab menjadi mahasiswa biasa jika dibiasain akan mencul efek yang luar biasa. Dengan inilah kita seolah-olah pengen jadi juara padahal semua itu hanya biasa saja. 

Comments