Pandemic Covid19 menjadi kenyataan sulit diwaktu sekarang. Situasi sulit tersebut telah menyebabkan umat islam menjadi getir. Semua peribadahan menjadi terhambat. Perjuangan untuk melawan rejim ikut terhenti. Perputaran ekonomi menjadi putus hingga nasib kaum miskin tidak bisa dipungkiri. Umat islam mempunyai keyakinan bahwa semua itu tidak mungkin tanpa sebab. Semua yang terjadi telah disusun untuk meruntuhkan segala penindasan yang telah menderita umat islam selama ini. Problem yang dihadapi umat islam telah menyelimuti seluruh hampir diplosok negeri hingga non islam pun ikut mengalami dampak tersebut.
Namun bagi Hassan Hanafi dua kenyataan sulit yang dihadapi umat islam. Satu sisi harus berhati-hati terhadap Covid19 agar perjuangan melawan kezoliman rejim terus digaungkan. Disisi lain harus keluar dari problematika yang merasuk tubuh umat islam sejauh ini. Yang telah mengalami Penindasan, keterbelakangan, kebodohan dan ketidaksetaraan.
Kenapa semua itu bisa terjadi. Karena faktor terpenting semua ada didalam diri kuasa. Adanya penindasan karena ada relasi kuasa. Karena penindasan sendiri tidak pernah ada diluar relasi kekuasaan. Dinegara kita khususnya pemeritah mesti bertanggung jawab. Karena problematika Covid19 ada didalam teritorial kekuasaan para elit politik. Jika mereka tidak bisa bertanggungjawab disitulah kita mesti keluar. Karena bukan berhasil tapi mereka lebih menindas dengan dalih tambah-tambah anggaran, bantuan yang tidak mencukupim. Karena tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi. Tentu dengan hal itu, Covid19 merupakan problem didalam tubuh islam. Meski ada didalam tubuh islam meski disikapi dengan persamaan. Meski islam memandang non islam bukan tujuan untuk penindasan melainkan persamaan hak untuk terhindar dari Covid19 yang menjadi bencana baik umat islam sendiri ataupun non islam.
Keyakinan yang dibangun Hanafi adalah dari teologi menuju gerakan sosial kemanusian. Adanya pandemi Covid19 baginya harus menuju gerakan kolektif. Menghadapi Covid19 dari kesadaran individu yang bersifat melangit menuju kesadaran sosial yang berorentasi perubahan. Semangat tauhid yang dibangun Hanafi tidak lain menuju arah persamaan. Baik umat islam ataupun non islam harus bergerak hatinya untuk sama-sama memberantas rantai penularan Covid19. Tidak hanya ditubuh islam sendiri melainkan persamaan yang universal. Meski yang lebih bertanggung jawab adalah tubuh umaro.
Sekali lagi pemerintah harus bertanggungjawab dampak semua ini. Mungkinkah pemerintah memenuhi kebutuhan yang dikuasainya seperti hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan pertolol
ngan, serta kebutuhan sehari-harinya harus terpenuhi. Jika tidak satu-satunya jalan rakyat harus keluar dari sistem kuasa yang gagal dalam menguasai rakyatnya.
Comments
Post a Comment