Islam merupakan ajaran universal yang masuk pada ruang berbagai aspek. Situasi ini telah hadir sebagai jawaban atas pendekataan islam tentang politik, sosial dan ekonomi. Meskipun islam dianggap sebagai sebuah agama yang melekat pada unsur kebudayaan.
Sepanjang jalan kenangan islam hadir sebagai wajah penyelamatan atas tuntutan dihari akhir, yakni terdapat dua jalan yang dianggap umat islam sebagai pintu gerbang setelah kematian. Neraka dan surga telah menghantui umat islam bagiamana nasib kedua jalan tersebut ditentukan oleh kehidupan sekarang.
Namun persoalan tersebut telah membabi buta sehingga umat islam kurang dalam memikirkan situasi saat ini. Islam dipandang sebagai suatu gerakan statis yang mempunyai sikap menerima saja. Sebagai seorang islam harus meragukan kembali atas berbagai pengetahuan yang didapatkan. Agar bertujuan mempunyai kebenaran yang mutlak atas apa yang diyakini olehnya.
Sebuah sikap yang mesti dipikirkan kembali dalam kehidupan keberislam hari ini. Bahwa sikap menerima saja adalah sebuah ketidakberdayaan akan pikir manusia. Sebab dalam memikirkan ulang kembali terdapat suatu ketidakpuasan atas kebenaran yang ia dapatkan.
Islam hari ini, udah salah kaprah dalam melihat realitasnya. Suatu sikap dalam mengatasi berbagai kehidupan senantiasa menjadi sebuah spirit. Bagaimana islam menjawab problem kekiniian yang menurutnya islam sebagai sebuah ajaran universal. Keuniversalan islam mampu menjawab berbagai penderitaan yang dilalui umat islam.
Dalam sebuah kesadarn kritis umat islam mengatarkan pada realitas sendiri. Bahwa sebenarnya realitas umat islam tidak mampu menyadarinya. Sebab mereka hilang dari suatu sikap kritis dalam melihat problem yang ia dapatkan.
Umat islam mampu meragukan sesuatu yang benar apalagi salah. Persoalan kemanusiaan, kemiskinan, ketertinggalan dan keterbelakangan. Seolah-olah umat islam jauh untuk memikirkan kesana. Padahal kesadaran umat islam terdapat dalam hal ini. Menjadi sebuah gerakan yang mereka lalui untuk mewujudkan islam sebagai suatu gerakan kesaadaran muslim dewasa sekrang.
Comments
Post a Comment