Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Politik

Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis

The study of discourse has reaped the surface for discussion. Discourse is text, speech, both verbal and non-verbal, which is communicated continuously. Discourse is often influenced by social conditions. So that the language or text is no longer neutral. One of the critical discourse analysis models is Norman Fairclough, which offers discourse analysis. According to him, text makers are no longer neutral but are influenced by the social context that develops in the area of ​​the text or discourse maker. In Fairclough's analysis the text contains ideology and power. So the text is seen as a discourse practice and social change. To reveal the meaning and meaning in the text Fairclough offers a three-dimensional analysis. Namely, First, the analysis of texts that contain things such as linguistics, coherence, diction, grammar and vocabulary. So that it is divided into representation, relations and identity. Then the representation is divided into clauses, a combination of clauses and...

Memikirkan Ulang atas Keberislaman Kita

 Islam merupakan ajaran universal yang masuk pada ruang berbagai aspek. Situasi ini telah hadir sebagai jawaban atas pendekataan islam tentang politik, sosial dan ekonomi. Meskipun islam dianggap sebagai sebuah agama yang melekat pada unsur kebudayaan.  Sepanjang jalan kenangan islam hadir sebagai wajah penyelamatan atas tuntutan dihari akhir, yakni terdapat dua jalan yang dianggap umat islam sebagai pintu gerbang setelah kematian. Neraka dan surga telah menghantui umat islam bagiamana nasib kedua jalan tersebut ditentukan oleh kehidupan sekarang.  Namun persoalan tersebut telah membabi buta sehingga umat islam kurang dalam memikirkan situasi saat ini. Islam dipandang sebagai suatu gerakan statis yang mempunyai sikap menerima saja. Sebagai seorang islam harus meragukan kembali atas berbagai pengetahuan yang didapatkan. Agar bertujuan mempunyai kebenaran yang mutlak atas apa yang diyakini olehnya.  Sebuah sikap yang mesti dipikirkan kembali dalam kehidupan keberislam ...

Membayangkan Revolusi Rakyat

Facebook/Revolusi Rakyat Kembali kepada rakyat merupakan suatu keputusan yang harus diperjuangkan. Keputusan tersebut kembali ditangan rakyat. Bukan ditangan para penguasa. Yang menjadi mungkin semua rakyat secara sadar ikut mengambil suatu keputusan. Karena demokrasi adalah seorang subjek bebas menentukan nasibnya sendiri.     Rakyat tidak pernah tau dan sadar bahwa mereka sebenarnya sedang memperjuangkan apa. Kesenjangan dan keadilan di republic kian senjang. Para penguasa sibuk berpoto dan masih memkai jasnya yang setiap hari berganti. Mobil mewah yang mereka miliki sangat mewah. Bahkan harga yang mereka beli miliyaran. Jika uang segitu dipakai didesa gua. Udah bias kasih makan satu kecamatan tuh.  Persoalan ekonomi sekarang merupakan hal poko. Tinggal mesti ditata ulang kembali. Kemudian bisa membuat system kembali. Aku menganggap semua kesenjangan itu jangan-jangan dibuat dengan sengja. Lewat politik yang mereka lakukan.  Perbincangan ...

Asghar Ali Engineer; Telaah Kritis Realitas Sosial Kehidupan Nabi Muhammad

Facebook/Fauzan Anwar II Oleh : Hendi Supriatna [1] Mendengar seorang Aghar Ali Enginering adalah seorang penulis. Dia menulis lebih dari lima puluh buku dalam sejarahnya. Hingga tulisan baik populer atau artikel ilmiah. India tempatnya menjadi sebuah pembebasan masyarakat. Yang paling populer yaitu tentang Liberation Theology (teologi pembebasan). Disini ada suatu pandangan yang menarik untuk dikaji. Benarkan Nabi Muhammad seorang pembebas. Lalu pembebasan seperti apa yang dilakukan oleh Muhammad. Pandangan Asghar Ali bercakup disini. Melihat dari keadaan sosial masyarakat mekah. Nabi melihat keadaan sosial masyarkat yang waktu itu dianggap bodoh, kemiskinan, terbelakang, permusuhan, perbudakan dan seksualitas yang tinggi. Melihat fenomena tersebut, Asghar Ali membaca kondisi tersebut. Bahwa Nabi membebaskan keadaan masyarakat seperti itu. Lalu yang menjadi pertanyaan besar dengan kondisi mekah yang seperti itu. Malah Nabi pergi dari kota tersebut. Dan memilih untuk b...

Atas Nama Tuhan, Atas Nama Umat

Persoalan teologi merupakan pembahasan yang fundamental. Kita bisa lihat keimanan seseorang kita bisa ukur dan lihat kepada siapa dia beriman. Apakah dia iman kepada dua hal itu atau tidak. Jika kita anggapkan bahwa perbandingan kedua hal itu. Mana yang seharusnya kita imani yang sebenarnya. Jika secara transendental iman kepada tuhan merupakan suatu yang mutlak. Tapi beda halnya dengan Hassan Hanafi. Menurutnya teologi harus disandarkan terhadap kenyataan realitas sekarang. Karena baginya atas nama tuhan yang melangit dan atas umat manusia sebagai penghuni bumi. Atas nama umat manusia diartikan sebagai persoalan yang fundamental dimuka bumi. Karena tujuan untuk menjaganya hingga sampai pada tahap kemajuan dan kesejahtraan. Karena persoalan sekarang yang menjadi problem adalah keterbelakangan, kemiskinan dan kebodohan sudah masuk ditubuh umat islam. Bagi Hassan Hanafi kondisi seperti ini mesti dirubah. Yang fundamental adalah teologi karena hal itu di mengatakan atas nama manusia...

Paradigma Baru Dalam Islam: Pluralisme, Sekularisme dan Liberalisme

Masalah dalam islam tak pernah selesai. Seiring perkembangan zaman waktu dan orang yang berfikir selalu ada penafsiran yang berbeda. Kemungkinan besar terjadi karena adanya latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Islam memandang bahwa kedudukan manusia lebih tinggi. Karena itulah islam hadir sebagai rahmatalil alamain . Lalu apakah mungkin dari perbedaan tersebut akan berbeda dari makna sebenarnya. Karena tanda dalam islam yang sebenarnya adalah langsung dari Nabi. Adanya pluralisme, sekularisme dan liberalisme memungkinkan akan hal itu. Bahwa keadaan hal itu disebabkan adanya latar belakang dan penglihatan secara empiris yang berbeda. Karena itulah menurut paham liberalisme. Subjek mampu menentukan nasibnya sendiri karena itulah ia bebas. Semisal liberalisme pada John Lock memungkinkan adanya kepemilikan pribadi. Sebelum lahir liberalisme belum ada yang namanya kepemilikian. Dengan adanya hal itu manusia bebas dalam berfikir. Akan tetapi kebebasan itu sendiri harus menghorma...

Desa Kepung Kota, Bisa!

Keindahan pantai garut selatan. Dengan pantai tersebar antara cianjur dan tasik. Hingga puncak guha sebagai destinasi wisata wajib dikunjungi. Desa merupakan titik sentral kemajuan untuk indonesia. Jika Desa sebagai gerbang untuk indonesia lebih maju. Kita bisa lihat Desa katanya banyak pendidikan yang rendah. Katanya Desa masih kecil dan banyak kemiskinan ada di Desa. Contoh kecil di Desa Wangunjaya Kec. Bungbulang. Alam yang asri menyimpan segudang harta karun didalamnya. Tapi pertanyaannya kenapa Desa tersebut bisa dikatakan terbelakang. Itu ungkapan penulis lakukan, karena penulis sendiri mengetahui secara objektif Desa tersebut keberadaanya. Desa Wangunjaya kini mulai tergaungkan dengan berbagai kemajuan dilakukan. Penulis sendiri melihatnya biasa saja. Karena kebiasaan Desa tersebut adalah petani dan pekebun. Keadaanya sangat lengket terhadap agama. Harumnya kebudayaan melekat didalamnya. Hingga Taman Baca Masyarakat Cipeundeuy ada sebagai pencerahan untuk Desa tersebut. ...

Humanisme dan Islam Teologi Pembebasan

Mengapa agama dan politik selalu secara serius dibicarakan. Apalagi prihal islam sebagai agama dan teologi pembebasan. Dengan politik agama sebagai titik pijak yang dilakukan. Bahwa islam sebagai teologi pembebasan mampu menuju kepada kesetraan dan keadilan. Nilai-nilai keadilan dalam islam mesti tergaungkan kembali. Jika kita runut pada awal sejarah islam. Apakah islam sebagai agama pembebasan. Dengan kata lain membebaskan manusia dari belenggu kekuasan yang menindas. Seiring perkembangan sejarah islam telah menjawab. Bagaimana dalam aspek keadilan sosial teologi islam mampu mengejwantahkan dari hal-hal yang melangit menuju sesuatu yang membumi. Jika islam hadir dimekah sebagai gerakan perubahan peradaban begitupun perubahan masalah teologi. Jika titik pijak dalam perubahan adalah teologi maka beda halnya dengan Murthada Muthari yang mengatakan tologi sebagai pandangan dunia. Dimana manusia melihat dan mengkaji bukan hanya masalah objek ketuhanan. Melainkan kehidupan man...