Kita tidak bisa tau bahwa dirinya sedang berfikir. Kesadaran seolah-olah telah lupa bahwa dia sebenarnya tidak menyadari. Akan tetapi kesdaran hanya bisa disetir pada kendaraan. Dengan demikian dapat bisa mengontrol dengan kecepatan yang sesuai. Seolah-olah kita tidak bisa kembali jika itu mungkin akan bertanya pada bapak-bapak itelektual kita. Seperti peradaban Yunani Sokrates, Aristoteles dan Plato. Meski terlampau jauh namun semangat mereka berfikir akan selalu dikenang. Perlawanan terhadap kekaisaran yang menindas tidak bisa tinggal diam. Mereka membuat suatu diskurus yang menyebar ditengah-tengah masyarakat. Hal ini seolah-olah masyarakat dibuat bingung. Dengan suatu kesadaran bahwa dirinya telah dikontrol oleh kelompok minoritas kuat yang memegang status quo . Status quo tersebut telah menjadikannya tuhan baru. Meskipun hari ini banyak menyuarakan membela atas nama tuhan dan pertarungan dan perpecahan atas nama agama. Bahkan berani mati atas nama perjuanga...
Terminal ini merupakan kumpulan tulisan yang memuat berbagai sudut pandang pemikiran. Dengan isu-isu terkini yang memuat tulisan seputar agama, filsafat dan logika. Siapapun bebas berkomentar secara serius ataupun tidak. Dimana kebebasan diberi wadah dan tempat, sehingga pembaca dapat tercerahkan. Selain itu, akan dibawa masuk pada arena pergulatan sosial dan ilmu pengetahuan sebagai teman diskursus pemikiran. Selamat membaca.