Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Filsafat

Michael Foucault's Theory of Power

Power, according to Michael Foucault, does not lie at the top but from the presence of political and economic benefits. Power becomes a struggle in a strong minority for mutual domination. So with that that power spreads no longer at the peak. The knowledge that Foucault considers power. Absolute truth is found in knowledge. When the axiom or truth has been incontrovertible so far is knowledge. Thus that is what is meant by absolute truth. Knowledge is something that a group of people collects and determines is used by a strong minority to impose ideas. About those who are considered "right" in the majority. With that, power is the determinant of truth. Power has the legitimacy of determining what is right and deciding what is normal and abnormal or wrong and right. So that truth is produced in power. Then the truth is no longer beyond power. Michael Foucault offers a geneological method. That realizing power is fighting against strong minorities to dominate each other. So th...

Filosofi Gunung

Dokumen Pribadi Ketika diPuncak Bersama Supriatna  Sebuah kenyataan sulit yang akan kita hadapi. Gunung yang tinggi tak mudah ditaklukan. Begitupun keadaan sosial yang menuntut akan suatu perubah tak semudah mengambil hati seorang perempuan cantik. Meski ia tak pernah kembali. Tapi dinamika sejarah akan selalu berubah. Sebuah pertanyaan besar yang cukup penting bagi pendaki gunung. Kenapa mereka pergi naik gunung? Alasan apakah yang sebenarnya mereka pergi. Emangnya gunung memberikan seorang perempuan cantik, kenapa kow terpukau  sehingga kow terperangkap olehnya. Pergi kegunung bukanlah suatu tujuan. Yang menjadi tujuan bagi pendaki adalah pulang kerumah dengan selamat. Lalu buat apa pergi kegunung jika tidak membuatkan hasil. Emangnya hasil yang didapatkan buat apa. Tentu pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering direnungi oleh penulis. Kenapa mereka lari kegunung. Pelarian yang mereka impikan dan wajah gunung yang katanya rasa indah. Telah memikat semua orang ter...

Ketika Proletar Berkirim Surat

Sumber: Pexels Terkadang menjadi proletar bukan menjadi pilihan. Tetapi takdirlah yang menentukan bahwa seseorang itu dikatakan proletar. Kaum yang dipandang sebelah mata, terpinggir, kumuh dan bau. Mungkin klaim seperti itulah yang melekat dalam status seorang proletar. Menjadi mungkin ketika takdir tak sanggup merubahnya. Hanya angan-angan dan ikatan pandangan yang ditindas. Mereka lemah dalam suatu kehidupan yang hina. Mereka adalah jalang yang tidak punya kekuatan untuk merubahnya. Tinggal menunggu tuhan yang memberi kasih sayang terhadapnya. Meski mereka tidak akan memilih terhadap jalan yang dilaluinya.  Proletar merupakan penamaan terhadap suatu kelompok yang dianggap miskin dan tidak punya apa-apa. Yang mereka miliki adalah kekuatan tenaga yang ada dipundak dan tangannya. Penyebutan tersebut bagi Marx adalah suatu kelompok yang lemah. Seperti kaum buruh dan petani bahkan lebih jauh seperti terlantar, tidak berpendidikan, lemah ekonomi sampai banyak pandangan ...

Asghar Ali Engineer; Telaah Kritis Realitas Sosial Kehidupan Nabi Muhammad

Facebook/Fauzan Anwar II Oleh : Hendi Supriatna [1] Mendengar seorang Aghar Ali Enginering adalah seorang penulis. Dia menulis lebih dari lima puluh buku dalam sejarahnya. Hingga tulisan baik populer atau artikel ilmiah. India tempatnya menjadi sebuah pembebasan masyarakat. Yang paling populer yaitu tentang Liberation Theology (teologi pembebasan). Disini ada suatu pandangan yang menarik untuk dikaji. Benarkan Nabi Muhammad seorang pembebas. Lalu pembebasan seperti apa yang dilakukan oleh Muhammad. Pandangan Asghar Ali bercakup disini. Melihat dari keadaan sosial masyarakat mekah. Nabi melihat keadaan sosial masyarkat yang waktu itu dianggap bodoh, kemiskinan, terbelakang, permusuhan, perbudakan dan seksualitas yang tinggi. Melihat fenomena tersebut, Asghar Ali membaca kondisi tersebut. Bahwa Nabi membebaskan keadaan masyarakat seperti itu. Lalu yang menjadi pertanyaan besar dengan kondisi mekah yang seperti itu. Malah Nabi pergi dari kota tersebut. Dan memilih untuk b...

Riview Buku, Filsafat Sebagai Ilmu Kritis (Franz Magnis – Suseno)

Dokumen pribadi Pertama penulis melihat buku tersebut menunjukan ketertarikan untuk membaca. Dengan melihat judulnya sendiri terkesan menarik. Hingga menaruh gaya penasaran untuk menulis. Dilihat dari judulnya termuat berbagai rahasia dan mendalam. Apalagi dengan judul kritis, mendengar kata itu tambah penasaran. Apakah betul-betul dalam buku tersebut menuai pemikiran kritis. Selanjuntnya jawabanya ada dalam tulisan ini. Hingga penulis akan menelah secara kritis terhadap bukunya. Pada akhirnya menemukan suatu kritik terhadap buku itu. Filsafat merupakan suatu telaah pemikiran tentang hakikat segalanya. Dibalik hakikat terdalam ada pemikiran filsafat tentangnya. Persoalan itu akan dibahas secara rumit tentangnya. Dengan memikirkan tentang tuhan, alam dan kehidupan manusia sebagaimana seharusnya. Ketiga poko tersebut akan menjadi objek kajian dalam filsafat, Menemukan suatu kerenungan dalam makna yang sebenarnya. Jika kita lihat seorang filsuf Deridda. Dia menyebutkan teori ...