Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Mahasiswa

Masa Akhir Kuliah, Realitas Hidup Tak Jelas

Fcebook/Rumi Institute Jika sosok yang heroic telah berkata “Hidup yang tidak dapat dipertarukan tidak layak untuk dijalani”. Mendengar kata itu merupakan suatu spirit kepada irasionalitas. Terdapat kata-kata motivasi untuk terus berjalan dengan semangat. Tapi akankah mungkin jika hidup tak bermakna layak untuk dijalani. Spiritualitas yang paling tinggi untuk menemukan suatu tabir kebenaran lewat kematian itu sendiri. Kuliah tak memberikan jaminan untuk mendapatkan kesuksesan. Dilihat dari pengalaman seorang penulis yang berasal dari keluarga miskin sampai empat tahun masih miskin. Ayah saya masih menjadi petani dan buruh lalu ibu saya juga masih melakukan pekerjaan kedua hal itu. Terkdang banyak kacamata kebahagian jika kita masuk pada dunia kampus. Kehidupan itu pada awalnya memberikan pandangan yang wah dan penuh kebahagian didalamnya. Pandangan seperti itu, melekat kepada orang yang belum pernah duduk dibangku kuliah. Justru penulis beranggapan bahwa kehidupan kampus tidak...

Mahasiswa dalam "Tempurung"

Dokumen Pribadi Jika kita bilang mahasiswa adalah agen perubahan. Yang mana tidak tunduk pada penguasa. Kritikannya tajam sampai lawan pun tak bisa bergerak. Luasnya pengetahuan melekat dalam dirinya. Hingga akhirnya perubhan bisa terjadi. Tapi pertanyaannya apakah mahasiswa seperti itu semua. Jelas tidak, kita bisa melihat dikampus karakter mahasiswa dan tipologinya. Mereka beradu argumen dengan segudang pemikirannya. Tapi tak banyak juga mahasiswa yang biasa saja. Kebiasaan mahasiswa adalah membaca dan berdebat. Mereka disegani lewat pengetahuannya. Karena itulah mereka bisa seperti itu. Sejauh mata memandang kita selalu membanggakan akan hal itu. Mereka selalu berbicara akan perubahan. Jalan makanan seperti itulah yang menjadi santapannya. Akan tetapi apakah benar mahasiswa seperti itu. Menurutku selama aku kuliah cuma hanya berapa peser yang seperti itu. Bahkan mahasiswa seperti itu sulit ditemukan. Bahkan lebih banyak mahasiswa biasa ketimbang mahasiswa yang kritis. Me...

Ketika "Kebenaran" Sudah Tidak Bisa di Jangkau

Facebook/Filsafat Agama Bisa juga benar menurutku, Tepi bisa salah menurutmu. Kacamata yang berbeda menimbulkan hasil keputusan yang berbeda. Sungai yang mengalir namun dijalan banyak benturan meyertainya. Ketika sejarah untuk mencari sebuah kebenaran. Pada akhirnya dari tempatku bisa benar belum tentu dari tempatmu berasal.  Kemungkin tentang terjadi suatu kebenaran belum bisa dipastikan. Akan tetapi kepastian itu hanya diputuskan oleh subjek itu sendiri. Kebenaran akan bertahan sampai kapanpun. Akan tetapi jika itu salah akan runtuh dengan sendirinya.  Ketika Hegel (1770-1831 M) mengeluarkan suatu teori tesis, antitesis dan sintetis. Kemudian disimpulkan menjadi dialektik. Ketika kebenaran itu berasal dari rasionalitas tapi disisi lain kebenaran itu berasal dari empirisme. Kedua ini, meligitimasi kebenarannya. Yang sama-sama ingin dicapainya.  Ketika Descartes merupakan bapak rasionalitas dan Hume sebagai seorang empirisme. Kedua itu akan menghasil...

Berdialog Dengan Legislatif "Kebijakan Publik"

Sumber : SuakaOnline Menjadi perwakilan mahasiswa se-Fakultas Dakwah dan Komunikasi sangat rumit. Mulai dari pemilihan hingga mempersiapkan visi dan misi. Hingga akhirnya terpilih menjadi Senat Mahasiswa Universitas. Kebanggaan begitupun rasa takut menghantuinya. Menjadi mahasiswa bukan hanya sebatas kupu-kupu (kuliah pulang dan kuliah pulang). Menjadi perwakilan mahasiswa serasa nasib mahasiswa ditanganku. Baik mereka cepet kuliah atau hak dan kewajiban mahasiswa mesti terpenuhi. Segudang pengetahuan menjadi incaran mahasiswa. Karena mahasiswa disegani karena pengetahuan yang luas di milikinya. Bangunan argumentasi yang tajam hingga mematahkan lawan. Bicara yang santuy dengan ramah yang dimilikinya. Silat lidah dan daya pikir nalar merupakan makanan kesehariannya. Hingga menemukan suatu bentuk perlawanan yang merupakan perjuangan mahasiswa. Tak lain dan tak hanya mahasiswa merupakan kelas menengah yang selalu berusaha akan perubahan. Gelar yang dimiliki sebagai agen perubah...

Membaca Ulang "Radikalisme"

Facebook/Smail Pamoy Radikalisme merupakan suatu aliran paham politik. Jika kita melihat di KBBI radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Atau sikap ekstrem dalam aliran politik. Kalau dibedah kata radikal itu sendiri adalah maju dalam berpikir atau bertindak. Secara filsafat radikal merupakan sesuatu yang mendasar. Ketika ada suatu ideologi diteliti sampai keakar-akarnya. Hingga dibuka bagaimana dalam secara mendalam. Ketika kita mempercayai suatu ideologi. Bukan lain, pada akhirnya ingin ada suatu masyarakat kolektif akan peruabahan. Jika perubahan itu baik kenapa tidak. Banyak ideologi yang tersebar baik itu secara tulisan atau lisan. Kubu ini serang sana, seraang sini. Hingga akhirnya menemukan suatu pandangan pada suatu yang anarkis. Hingga kekerasan dalam menyelimutinya terjadi. Baik itu kiri dan kanan sama-sama ideologi politik yang menjadikan pahamnya. Lantas perubahan s...

Kejahatan Berawal dari Orang yang Normal

Facebook/ Kejahatan Jika kebenaran itu berawal dari logika. Maka imajinasi sebagai pembuka ruang-ruang dunia yang tertutup. Ketika seseorang yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Maka sulit untuk berimajinasi untuk masuk kepada tabir mimpi. Banalitas yang membelenggu dan menghegemoni manusia. Menjadi kediktatoran akan kepatuhan dan tak bisa berimajinasi. Ketika tuhan membukanya untuk manusia. Maka seketika itupun manusia berwajah baik dengan kacamata kuda. Banalitas artinya sesuatu yang biasa terjadi. Dan sangat lemah dan melemahkan orang lain. Jika banalitas dikatakan oleh orang-orang yang suka berkelompok. Seketika itupun manusia menjadi musuh bagi manusia. Karena jika melihat orang lain yang berbeda dengan kita seketika itupun manusia berpikir dia bukan keluarga kita. Kita mesti disadari ketika kita melihat penomena yang biasa. Padahal jika kita menganalisisnya lebih dalam bisa ada beberapa kemungkinan. Bisa saja itu baik ataupun bisa terjadi adalah suatu kejahatan ...

Ketika Penguasa Sudah Bertahta

Facebook/Puisi Papua Puisi, Sang Penguasa Oleh, SJ Ketika Penguasa Telah Bertahta Rakyat Jelata Pasti Yang Menderita Ketika Para Penguasa Telah Unjuk Gigi Rakyat Miskin Hanya bisa Gigit Jari Mereka tak Pernah Peduli Yang Menentang Sudah Pasti Dibui Yang Berkuasa Hukum di Perjual Beli Yang Salah di Jadikan Benar Yang Benar Akan di Adili #Puisi Papua Gempalan cerita tersebut karya SJ. Puisi tersebut membuka dalang dibalik penguasa yang penuh dengan sederet kepentingan. Tahta yang membabi buta oleh segelintir ketidak pastian demi kepentingan rakyat. mereka berwajah demi rakyat padahal rakyat masih menderita. Jika rakyat tetap menderita dimakaah sosok yang bertahta. Jika kow mampu membeli nasi kenapa rakyat belum bisa makan. Jika rakyat yang menam padi kenapa penguasa yang memakannya. Yang bertahta selalu belusukan melihat rakyatnya. Sepatunya kotor rakyat yang membersihkannya. Jika mereka selalu melihat wajahnya dalam kesakit hatian demi rakat. Kenapa mereka pa...

Jeratan Rakyat dan Keserakahan Penguasa

Facebook/Anti Faker Indonesia Tangisan rakyat tak pernah padam. Mereka selalu berlalu lantang menyuarakan keadilan. Lantas keadilan sebagai tujuan dicuri oleh jeratan politik penguasa. Keseakahan itulah yang membabi buta gentingnya nasib rakyat. Realitas politik pun tak bisa dibendung. Hanya tangan-tangan penguasa yang menerpa kepentingan diatas jeritan rakyat.  Rakyat pun tak bisa berucap. Oleh dalih aturan yang membelengu nasibnya. Jika rakyat ingin membebaskan dari jeratanya hanya ada dua pilihan mati menunggu dan keserakahan penguasa. Melihatnya tak berdaya, mereka memainkan alat politk yang menawan. Dibungkus dengan wajah kasih sayang. Tapi dibelakangnya mereka tersenyum akan kepentingan untuk mengumpulkan akumulasi modalnya.  Rancangan Undang-Undang sebagai wajah untuk mempertahankan kekuasannya. Lumbung-lumbung ekonomi mereka hisap. Tanah, air, udara dan kekayaan indonesia bukan lagi atas nama rakayat. Akan tetapi hanya penguasaan elit yang memgangnya....