Skip to main content

Kejahatan Berawal dari Orang yang Normal

Facebook/ Kejahatan

Jika kebenaran itu berawal dari logika. Maka imajinasi sebagai pembuka ruang-ruang dunia yang tertutup. Ketika seseorang yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Maka sulit untuk berimajinasi untuk masuk kepada tabir mimpi.

Banalitas yang membelenggu dan menghegemoni manusia. Menjadi kediktatoran akan kepatuhan dan tak bisa berimajinasi. Ketika tuhan membukanya untuk manusia. Maka seketika itupun manusia berwajah baik dengan kacamata kuda.

Banalitas artinya sesuatu yang biasa terjadi. Dan sangat lemah dan melemahkan orang lain. Jika banalitas dikatakan oleh orang-orang yang suka berkelompok. Seketika itupun manusia menjadi musuh bagi manusia. Karena jika melihat orang lain yang berbeda dengan kita seketika itupun manusia berpikir dia bukan keluarga kita.

Kita mesti disadari ketika kita melihat penomena yang biasa. Padahal jika kita menganalisisnya lebih dalam bisa ada beberapa kemungkinan. Bisa saja itu baik ataupun bisa terjadi adalah suatu kejahatan yang berwajah kucing.

Mahasiswa yang rajin kuliah dan menuruti semua peraturan dosen. Hingga tugas dan peraturan kampuspun selalu dipatuhi. Karena merasa dirinya adalah orang baik dan harus melakukan sebagai orang baik. Ternyata orang seperti itu akan sulit berimajinasi. Dia akan sulit menemukan tabir-tabir mimpi akan ciptaan tuhan.

Seperti dirumah sakit semua pekerja dan perawatnya adalah orang normal. Akan tetapi kenormalannya dipertanyakan. Seperti ada seorang itu yang meninggal dan miskin. Keluarga mayit terjerat oleh sistem banal. Kala itu ketika menjadi kesulitan malahan oleh orang normal itu berkata "ini adaministrasinya belum dibayar" selitas dipikiranku dia bego yah padahal lagi kemusibahan.

Banyak contoh yang lain juga yang perlu kita telaah. Karena hakikatnya kita semua adalah sama yang mesti saling membantu. Seperti yang dijelaskan oleh hadis semua kita bersaudara. Ketika saudara kita sakit maka kita juga harus merasakannya. Bukan malahan bu administrasinya gimana ini bayarnya.

Comments