Skip to main content

Berdialog Dengan Legislatif "Kebijakan Publik"


Sumber : SuakaOnline
Menjadi perwakilan mahasiswa se-Fakultas Dakwah dan Komunikasi sangat rumit. Mulai dari pemilihan hingga mempersiapkan visi dan misi. Hingga akhirnya terpilih menjadi Senat Mahasiswa Universitas. Kebanggaan begitupun rasa takut menghantuinya.

Menjadi mahasiswa bukan hanya sebatas kupu-kupu (kuliah pulang dan kuliah pulang). Menjadi perwakilan mahasiswa serasa nasib mahasiswa ditanganku. Baik mereka cepet kuliah atau hak dan kewajiban mahasiswa mesti terpenuhi.

Segudang pengetahuan menjadi incaran mahasiswa. Karena mahasiswa disegani karena pengetahuan yang luas di milikinya. Bangunan argumentasi yang tajam hingga mematahkan lawan. Bicara yang santuy dengan ramah yang dimilikinya.

Silat lidah dan daya pikir nalar merupakan makanan kesehariannya. Hingga menemukan suatu bentuk perlawanan yang merupakan perjuangan mahasiswa. Tak lain dan tak hanya mahasiswa merupakan kelas menengah yang selalu berusaha akan perubahan. Gelar yang dimiliki sebagai agen perubahan nancap dalam dirinya hingga hatinya.

Bertukar pikiran untuk menemukan pengetahuan yang objektif menyehari dilakukan. Dari pagi kuliah sorenya pulang. Tidurnya pagi bangun siang karena diskusi. Tiap malam diskusi untuk keadilan bagi rakyatnya. Dordar wacana siang malam hingga subuh tiap hari dilakukan.

Bentar wacana menyelimuti pikiran mahasiswa. Dia disegani dan dihormati karena luasnya pengetahuan. Baju robek celana robek dan kelaparan. Makan malam besoknya puasa. Lusanya ngutang puasa lagi dan besok puasa lagi. Menemukan hari esok ngutang lagi. Bayar saat itu besoknya ngutang lagi.

Lapar dan haus tidak seimbang dengan kelaparan rakyat. Tajamnya berpikir untuk menemukan satu solusi. Kebahagian dimasa depan dimatanya. Cinta dan asmara menjadi semangat gerakannya. Untuk memupuk dan berbincang soal rakyat.

Comments