Skip to main content

Ketika Penguasa Sudah Bertahta

Facebook/Puisi Papua
Puisi, Sang Penguasa
Oleh, SJ

Ketika Penguasa Telah Bertahta
Rakyat Jelata Pasti Yang Menderita

Ketika Para Penguasa Telah Unjuk Gigi
Rakyat Miskin Hanya bisa Gigit Jari

Mereka tak Pernah Peduli
Yang Menentang Sudah Pasti Dibui

Yang Berkuasa Hukum di Perjual Beli
Yang Salah di Jadikan Benar

Yang Benar Akan di Adili

#Puisi Papua

Gempalan cerita tersebut karya SJ. Puisi tersebut membuka dalang dibalik penguasa yang penuh dengan sederet kepentingan. Tahta yang membabi buta oleh segelintir ketidak pastian demi kepentingan rakyat.

mereka berwajah demi rakyat padahal rakyat masih menderita. Jika rakyat tetap menderita dimakaah sosok yang bertahta. Jika kow mampu membeli nasi kenapa rakyat belum bisa makan. Jika rakyat yang menam padi kenapa penguasa yang memakannya.

Yang bertahta selalu belusukan melihat rakyatnya. Sepatunya kotor rakyat yang membersihkannya. Jika mereka selalu melihat wajahnya dalam kesakit hatian demi rakat. Kenapa mereka pakai pakaian yang bermewah. Padahal disitu juga tersimpan uang rakyat. Mereka hanya bisa menghisap lewat kebijakan. Rakyat hanya bisa memandangnya.

Jika mereka peduli, pasti dong dengan program bantuan PHK, pemberian beras, kartu indonesia pintar, beras raskin dls. Semua itu berwajah kebaikan. Akan tetapi apakah itu sebagai lebel untuk mempertahakan tahtanya. Agar rakyat gak bisa merebutnya. Jangan-jangan pakta sebenarnya mereka berwajah seperti itu hanyalah wajah. Tapi dibalik wajah kebaikan itu. Tersimpan keserakahan untuk mempertahankan tahtanya.

Para korupsi dikasih hukum sangat rendah. Gelandangan yang makanya komam. Denda satu juta. Gelandangan emang punya duit satu juta. Bukan malah kita mengurus gelandangan itu. ini malah menghukunya. Aneh sekali hukumnya dibangsa ini.

Jika kita melawan mereka menangngkapnya. Jika kita diam kita akan terus ditindas. Jika kita demo disiram air. Aneh bangsa ini yang kebakarannya hutan yang disiram mahasiswa yang sedang demo. Mereka sedang berjuang malahan suruh berhenti. Malangnya nasibnya bangsa ini.

Tahta itu milik rakyat. Penguasa itu hanya sebagai alat penindansan bagi keeepentingan diirnya. Mereka bisa makan, geandangan yang gak bisa makan malah didenda satu juta. mau dapet uang dari mana. Aneh yang benar ditangkap. Yang salah dibiarkan dan diberi kemanan.

Comments