Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Rakyat

Membayangkan Revolusi Rakyat

Facebook/Revolusi Rakyat Kembali kepada rakyat merupakan suatu keputusan yang harus diperjuangkan. Keputusan tersebut kembali ditangan rakyat. Bukan ditangan para penguasa. Yang menjadi mungkin semua rakyat secara sadar ikut mengambil suatu keputusan. Karena demokrasi adalah seorang subjek bebas menentukan nasibnya sendiri.     Rakyat tidak pernah tau dan sadar bahwa mereka sebenarnya sedang memperjuangkan apa. Kesenjangan dan keadilan di republic kian senjang. Para penguasa sibuk berpoto dan masih memkai jasnya yang setiap hari berganti. Mobil mewah yang mereka miliki sangat mewah. Bahkan harga yang mereka beli miliyaran. Jika uang segitu dipakai didesa gua. Udah bias kasih makan satu kecamatan tuh.  Persoalan ekonomi sekarang merupakan hal poko. Tinggal mesti ditata ulang kembali. Kemudian bisa membuat system kembali. Aku menganggap semua kesenjangan itu jangan-jangan dibuat dengan sengja. Lewat politik yang mereka lakukan.  Perbincangan ...

Ketidakpastian, Demokrasi Rakyat Mati

Mengapa raja-raja baru bermunculan. ingin kuasa menguasai ada dalam dirinya. Mengapa ini ada dalam diri manusia. Bisa dimungkinkan apakah ekonomi mereka kurang mencukupi. Kecukupan manusia untuk berkuasa dan haus akan kekuasaan ada dalam dirinya. Kekuasaan politik yang tidak mendominasi jarang dilakukan.   Raja agung sejagat mulai terbukti bersalah oleh pengadilan. Kemudian sunda empire diponis bersalah oleh Polda Jawabarat. Kemudian raja kandangwesi muncul digarut. Kekuasaan seperti inillah yang dimungkinkan akan memcahbelah. Karena terjadi suatu kompetisi ingin kuasa menguasai dalam diri manusia. Gesekan dan amarah menimbulkan dengki dan hasut dalam diri rakyat.  Kita tak pernah tau, mengapa semua itu terjadi. Seakan-akan manusia inginkan menjadi heroik dalam kehidupan. Padahal mereka tidak mampu apa-apa. Ketakberdayaan manusia memperlihatkan bahwa manusia tidak punya apa-apa. Pikirannya dibawa oleh Hasrat kekuasaan dan selalu menindas rakyat. Prihal demokr...

Paradigma Baru Dalam Islam: Pluralisme, Sekularisme dan Liberalisme

Masalah dalam islam tak pernah selesai. Seiring perkembangan zaman waktu dan orang yang berfikir selalu ada penafsiran yang berbeda. Kemungkinan besar terjadi karena adanya latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Islam memandang bahwa kedudukan manusia lebih tinggi. Karena itulah islam hadir sebagai rahmatalil alamain . Lalu apakah mungkin dari perbedaan tersebut akan berbeda dari makna sebenarnya. Karena tanda dalam islam yang sebenarnya adalah langsung dari Nabi. Adanya pluralisme, sekularisme dan liberalisme memungkinkan akan hal itu. Bahwa keadaan hal itu disebabkan adanya latar belakang dan penglihatan secara empiris yang berbeda. Karena itulah menurut paham liberalisme. Subjek mampu menentukan nasibnya sendiri karena itulah ia bebas. Semisal liberalisme pada John Lock memungkinkan adanya kepemilikan pribadi. Sebelum lahir liberalisme belum ada yang namanya kepemilikian. Dengan adanya hal itu manusia bebas dalam berfikir. Akan tetapi kebebasan itu sendiri harus menghorma...

Kehidupan Pelanggaran HAM, Tak Kunjung Selesai

Persoalan HAM tak kunjung selesai. Melihat kasus-kasus pelanggaran HAM ditahun 2019 sangat banyak. Hingga pulusan sampai ratusan kasus terjadi ditahun 2019.Fenomena tersebut meski ditangani secara serius. Jangan sampai yang mempunyai kebijakan lupa akan hal itu. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar kebutuhan manusia. Secara internasional diperingati yaitu 10 desember. Yaitu dideklarasikan pleh PBB Declaration of Human Right . Hal tersebut sebagai jawaban atas perang dingin. Yang kala itu telah terjadi jutaan manusia yang mati akibat perang. Yang paling mendasar bagi Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak untuk hidup, hak kemerdekaan, hak untuk memiliki dan hak untuk mengeluarkan pendapat. Secara mendasar seperti itu tapi disisi lain banyak kebutuhan manusia yang harus terpenuhi. Seperti hak untuk mendapatkan pendidikan dan yang lebih penting adalah hak untuk menentukan nasibnya sendiri. 51 kasus pelanggaran HAM pada tahun 2019 menurut koalisi peringatan Hari HAM (Koper HAM). P...

Kembali Pada Keputusan, Tuhan Menunggu

Sesuatu untuk diputuskan. Karena keputusan datang dari pikiran yang jernih. Makna yang tidak terungkap dan kian lapuk. Ditelan bumi yang tak tau arahnya. Sedangkan aku masih menunggu seorang itu. Aku menunggu dalam setiap langkahku terbesit dikepalaku untuk bisa bersahutan mulut dengannya. Parhanya aku tidak bisa berkenalan denganmu. Karena pada saat itu aku terlalu cinta denganmu meski aku selalu berupaya. Kenapa aku tidak bisa memilikimu. Aku udah pegang janji itu aku akan menunggu. Dan pada saatnya waktu telah tiba semoga dirimu terbuka. Heran rasanya jika aku menelan langsung mentah-mentah. Persoalan kasmaran memang sangat tanpak dan tidak jelas arahnya. Aku berpacaran hanya utnuk kebebasan. Pacaran adalah satu teman untuk menyatukan satu tujuan. Tidak boleh diprivatisasi karena itu, cinta yang diprivatisasi membatasi ruang-ruang cinta terhadap orang lain. Asalkan wilayah privatisasi kita dan dia tidak saling mengetahui. Hanya kita berdua yang dapat memaknainya. Penyatua...

Presiden Baru! Demokrasi dan Arah Sosial Baru Indonesia

Sumber: Facebook Presiden Joko Widodo Melintasi ruang waktu. Masuk pada cakrawal pengetahuan yang tak terbatas. Demokrasi merupakan seorang subjek berhak menentukan nasibnya sendiri. Kita bisa ketahui, RUU Bermasalah, kekerasan di papua, kebakaran hutan (karhutla), kriminalisasi aktivis, kerusakan lingkungan, gejolak rasialisme dan petani kaum miskin kota. Mereka menuntut haknya atas rakyat yang dikebiri. Masalah tersebut menuai banyak kontroversi. Sebagai reaksi atas keputusan politik yang disinyalir oleh kepentingan elit. Regulasi yang dilakukan dan jastifikasi yang dibuka. Tidak ada solusi kepermukaan. Apalagi setiap keputusannya tidak representatif publik. Bahkan semakin sekarang kepercayaan publik kepada pemerintah semakin berkurang. Melemahnya hal itu, karena ada bebera yang belum diselesaikan. Seperti yang telah dijelaskan diatas. Tapi yang lebih fundamental masalahnya adalah kemiskinan dan ketimpangan. Masalah tersebut tidak pernah selesai. Kian hari angka kemiskinan dan k...

Mahasiswa dalam "Tempurung"

Dokumen Pribadi Jika kita bilang mahasiswa adalah agen perubahan. Yang mana tidak tunduk pada penguasa. Kritikannya tajam sampai lawan pun tak bisa bergerak. Luasnya pengetahuan melekat dalam dirinya. Hingga akhirnya perubhan bisa terjadi. Tapi pertanyaannya apakah mahasiswa seperti itu semua. Jelas tidak, kita bisa melihat dikampus karakter mahasiswa dan tipologinya. Mereka beradu argumen dengan segudang pemikirannya. Tapi tak banyak juga mahasiswa yang biasa saja. Kebiasaan mahasiswa adalah membaca dan berdebat. Mereka disegani lewat pengetahuannya. Karena itulah mereka bisa seperti itu. Sejauh mata memandang kita selalu membanggakan akan hal itu. Mereka selalu berbicara akan perubahan. Jalan makanan seperti itulah yang menjadi santapannya. Akan tetapi apakah benar mahasiswa seperti itu. Menurutku selama aku kuliah cuma hanya berapa peser yang seperti itu. Bahkan mahasiswa seperti itu sulit ditemukan. Bahkan lebih banyak mahasiswa biasa ketimbang mahasiswa yang kritis. Me...

Ketika "Kebenaran" Sudah Tidak Bisa di Jangkau

Facebook/Filsafat Agama Bisa juga benar menurutku, Tepi bisa salah menurutmu. Kacamata yang berbeda menimbulkan hasil keputusan yang berbeda. Sungai yang mengalir namun dijalan banyak benturan meyertainya. Ketika sejarah untuk mencari sebuah kebenaran. Pada akhirnya dari tempatku bisa benar belum tentu dari tempatmu berasal.  Kemungkin tentang terjadi suatu kebenaran belum bisa dipastikan. Akan tetapi kepastian itu hanya diputuskan oleh subjek itu sendiri. Kebenaran akan bertahan sampai kapanpun. Akan tetapi jika itu salah akan runtuh dengan sendirinya.  Ketika Hegel (1770-1831 M) mengeluarkan suatu teori tesis, antitesis dan sintetis. Kemudian disimpulkan menjadi dialektik. Ketika kebenaran itu berasal dari rasionalitas tapi disisi lain kebenaran itu berasal dari empirisme. Kedua ini, meligitimasi kebenarannya. Yang sama-sama ingin dicapainya.  Ketika Descartes merupakan bapak rasionalitas dan Hume sebagai seorang empirisme. Kedua itu akan menghasil...