| Dokumen Pribadi |
Kehidupan inipun terasa tak ada gunanya. Ketika melihat oarng lain penuh dengan ketertindasan. lalu tidak ada orang yang membantunya. Mereka lapar dan tidak bisa sekolah. Bekerja pun mereka bingung mau melakukan hal apa. Ketika mereka semuanya dijerat.
Penjara yang menjeratnya mereka tidak bebas. Meski perasaan mereka sudah tidak sanggup untuk bekata. Tapi datangnya dari mana yah ketika rasa belas kasihan itu datang.
Teringat seorang mahasiswa yang selalu keterbatasan dalam hidupnya. Hingga ia berani kelaur dan merasakan kebebasan dalam hidupnya. senyatanya manusia bebas menentukan nasibnya sendiri. Padahal ia punya hak apa untuk mengaturnya.
Sekelumit candaan dan guyonan menjadi menyehari. Ketika orang-orang sibuk memikirkan dirinya sendiri. Bukan memikirkan suatu tatanan yang baik. Kebikan memang menjadi tolak ukur seseorang kaya atau miskin. Tapi kemisikanan menjadi suatu hal jiji. Ketika orang-orang kaya menilainya.
Seorang mahasiswa yang tolol menurutnya. Tak sanggup membuat dunia ini menjadi bahagia. Ketika kekurangan menyelimutinya. Bahkan kebobrokan dan ketololan hidupnya dilakukan. Tak ada jalan dan tidka ada tempat untuk melaporkan. Meskipun kepolisi hanyalah laporan kejahatan. Yang pada akhirnya gampang dibeli dengan gmpangan liar yang menyelimutinya.
Kadang kita tak pernah tau bahwa apa yang kita yakini selalu saja bingung. Brangkat dari keadaan tapa arah tujuan. Sekarang dia sudah tidak takut. Karena baginya seorang yang bercita-cita tinggi adalah suatu hal yang konyol.
padahal tak usah bingung tapi nanti takdir akan menunggumu. Cita-cita adalah tujuan yang konyol yang ia rela mati-matian untuk dirinya sendiri. Cita-cita berssama adalah suatu keniscyaan yang biasa saja. Padahal inilah yang seharunya dibela oleh kita semua.
semuanya berangkat dari kekonyololan. Seorang yang miskin tidak punya apa-apa. Tinggal disebuah rumah panggung. Yang terbuat dari kayu dan bambu. Serasa konyol bisa kuliah di Universitas. Wcnya tidak ada yang ada hanyalah kocoran air yang terbuka.
Sedangkan dalam hal apapun selalu memaksakan. Benar-benar konyol tak pernah dibayangkan. Makan hanya bermodal hari ini makan besok puasa. Hari ini ngutang besok bayar lalu besoknya lagi ngutang.
Tapi memang itu bairlah suatu perjalanan. Tapi disaat tidak punya sandaran. hanyalah satu-satunya jalan kita berada dalam ketidak percayaan. Meskipun hal itu sulit untuk dilakukan. Tapi terkadang hal itu kemana kita akan berlabuh.
Tapi disini penulis akan sedikit menyinggung. Kita berjalan adakah tempat ketika dia memberikan suatu kepercayaan. Dia kebenaran menjadi suatu hal yang alamiah tidak meberikan kebohongan sedikitpun.
Mungkin terakhir tulisan tersebut merupakan suatu carcaan. Yang memang tidak mungkin dan tidak ada waktu. Kesepian yang membuatnya resah merasa orang lain dalam kehidupannya.
Comments
Post a Comment