Mengapa agama dan politik selalu secara serius dibicarakan.
Apalagi prihal islam sebagai agama dan teologi pembebasan. Dengan politik agama
sebagai titik pijak yang dilakukan. Bahwa islam sebagai teologi pembebasan
mampu menuju kepada kesetraan dan keadilan.
Nilai-nilai keadilan dalam islam mesti tergaungkan kembali.
Jika kita runut pada awal sejarah islam. Apakah islam sebagai agama pembebasan.
Dengan kata lain membebaskan manusia dari belenggu kekuasan yang menindas.
Seiring perkembangan sejarah islam telah menjawab. Bagaimana dalam aspek
keadilan sosial teologi islam mampu mengejwantahkan dari hal-hal yang melangit
menuju sesuatu yang membumi.
Jika islam hadir dimekah sebagai gerakan perubahan peradaban
begitupun perubahan masalah teologi. Jika titik pijak dalam perubahan adalah
teologi maka beda halnya dengan Murthada Muthari yang mengatakan tologi sebagai
pandangan dunia. Dimana manusia melihat dan mengkaji bukan hanya masalah objek
ketuhanan. Melainkan kehidupan manusia yang humanis serta mengarah kepada
keadilan sosial yang menyeluruh dtubuh islam.
Islam hadir dimekah sebagai lawan dari kekuasaan Bani Qurais
yang menindas. Pada saat itu perbudakan sebagai ideologi yang menindas. Jika
Nabi Muhammad datang sebagai gerakan pembebasan. Maka islam adalah agama pembebasan. Bukan hanya datang
dari Barat. Apalagi datang dari Marx yang sesuai digemborkan oleh kaum
orientalis.
Seperti yang dikatakan oleh Dawam Raharjo bahwa konsep
seperti itu bukanlah datang dari Barat. Akan tetapi secara objektif datang dari
islam sendiri. Sejak dari mekah sampai sekarang agama islam merupakan agama
pembebasan.
Islam teologi pembebasan merupakan transformatif dalam
kehidupan sosial. Yang memandang bahwa ada dua kelas sosial yang selalu
kontradiktif. Pertama sebagai penghisap dan yang hisap. Jika Marx berpandangan
bahwa kedua kelas tersebut saling menegangkan dalam realitas. Beda halnya
dengan Hegel bahwa itu terjadi secara inhern berada dalam diri manusia.
Apalagi yang sangat tinggi membicarakan hal ini adalah
Asghar Ali Engineer. Dia berpendapat bahwa agama harus membela kaum tertindas.
Karena itulah teologi dalam agama sebagai motivasi untuk membelanya. Hingga
teologi adaah sebagai spirit perjuangan untuk melawan status quo.
Comments
Post a Comment