Skip to main content

Ketika Rezim Baper Pada Rakyat

Facebook/ Rakyat Tertindas
Kita mesti membedakan atara kata kritik dan bulying. Jika kritik begitu tajam dilontar kepada pemerintah. Maka itu tidak bisa dikatakan sebagai bulying. Hadirnya bulying karena ketidakwibawaan pemerintah terhadap rakyatnya.

Jika kritik yang pedas hadir menusuk penguasa. Itu bukti ada yang cacat ditubuh pemerintah. Yang mesti pemerintah lakukan adalah memperbaikinya. Hadirnya kedua itu bisa dibuktikan dengan ketidak berhasilnya dalam menata kota. Atau dalam kurun memerintah menjadi pemimpin.

Semua akan terlihat asing jika seorang penguasa tidak menampakan keberhasilannya dalam menjalan kepemimpinannya. Maka disitu perlu dan dihadirkan pengawasan terhadap pemerintah itu sendiri. Agar rakyat dan rezim penguasa bisa sama-sama mengawasi. Untuk membentuk suatu kesejahtraan sosial yang lebih baik.

Ketika ditemukannya rezim menganggap kritik sebagai bulying itu salah besar. Merasa baper oleh akyatnya padahal itu sendiri adalah kritik bagiya.

Seharusnya diantara rezim dan pemerintah mestinya adanya ruang dealektis. Agar nantinya bisa saling mengevaluasi diatara kerja pemerintah dan rakyat yang mengawasi. Jika kedua variabel ini berjalan. Maka tidak mungkin untuk membuat suatu tatanan yang baik akan terwujud.

Comments