Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kebudayaan

Pemicu Radikalisme dan Akar Kekerasan

Facebook/Relawan Jokowi Hebat Baru-baru ini terdengar isu. Kampus sebagai lumbung radikalisme. Organ ekstra menjadi sorotannya. Bahwa organ ekstralah pemicu radikalisme. Padahal belum tentu apakah itu radikalisme atau belum. Perlu dikaji ulang apakah yang mengklaim sudah mengerti radikalisme secara devinitif.  Maraknya klaim-klaim tersebut mahasiswa baru menjadi takut. Bias untuk dibahas dikalangan golongan tertentu. Tetapi apakah benar pemicunya seperti itu. sedangkan radikalisme muncul oleh sekelompok agama rata-rata. Pemicu radikalisme akar dari pemahaman agama yang berbeda. Pemahaman agama yang fundamentalis. Sering terjadinya akar kekerasan begitupun radikalisme yang ekstrimis.  Radikalisme adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik. Paham atau aliran yang   menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Atau sikap ekstrem dalam aliran politik. Sikap tersebut dilandasi oleh suatu idelogi atau p...

KKN dan Makam Keramat

Bulan agustus adalah bulan dimana mahasiswa UIN Bandung melaksanakan KKN. Segala perbekalan dipersiapkan untuk satu bulan disana. Mulai dari perlengkapan pribadi sampai perlengkapan kelompok dibawa. KKN yang bertempat dideket waduk jatigede sumedang.  Tepatnya Desa Cisurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. Semua program yang akan dirancang disana telah kami persiapkan dengan matang.  Akan tetapi semenjak datang didesa tersebut merasakan sesuatu yang sangat aneh. Telebih Desa tersebut banyak makam keramat. Lebih dari tujuh makam keramat didesa tersebut. Keanehan muncul pas semenjak awal datang. Mungkin anggapan kami Desa ini tersimpan mistis. Atau bisa juga banyak gangguan jin dan iblis.  Kelompok kita yang 243 dari 300 kelompok yang mengikuti KKN UIN Bandung. Dikelompok tersebut ada yang bernama Asep sebagai KKP (Ketua kelompok).   Dikelompok tersebut yang paling dekat dan sudak melekat namanya “ trio edan” Ungkapan kasar kelompok tersebut....

Reuni 212 Narasi Politik atau Ukhuwah Islamiyah

Salah satu yang membumikan negara indonesia adalah ketika asksi 212 yang menjadi lautan manusia diibu kota kala itu. Akan tetapi permasalahan seperti itu selalu berlanjut dengan membawa narasi politik identitas masing-masing.   Kenyataannya adalah bahwa kesatuan islam telah bersatu dengan disatukannya oleh seorang gubernur dki jakarta waktu itu. Sehingga rakyat indonesia pada khususnya yang beragama islam terpanggil dengan dalih jihad. Bahwa apa yang kita kerjakan adalah sebuah jihad untuk membela agama islam sendiri. Tetapi disisi lain dengan keadaan seperti itu agama islam bisa bersatu tanpa memandang bulu garis keturunan ataupun beda pemahaman. Disitu hanyalah kebersatuanlah yang ada sehingga ukhuwah islamiyah terasa dikala waktu aksi sedang berlangsung. Ribuan umat islam   memadati kota jakarta untuk membela sebuah keadilan dinegeri indonesia. Semua orang   menuntut untuk menegakakan sebuah keadilan didalam negeri dan bangsa yang kita cintai ini. Semua itu ada...