Skip to main content

KKN dan Makam Keramat




Bulan agustus adalah bulan dimana mahasiswa UIN Bandung melaksanakan KKN. Segala perbekalan dipersiapkan untuk satu bulan disana. Mulai dari perlengkapan pribadi sampai perlengkapan kelompok dibawa. KKN yang bertempat dideket waduk jatigede sumedang. 

Tepatnya Desa Cisurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. Semua program yang akan dirancang disana telah kami persiapkan dengan matang. 

Akan tetapi semenjak datang didesa tersebut merasakan sesuatu yang sangat aneh. Telebih Desa tersebut banyak makam keramat. Lebih dari tujuh makam keramat didesa tersebut. Keanehan muncul pas semenjak awal datang. Mungkin anggapan kami Desa ini tersimpan mistis. Atau bisa juga banyak gangguan jin dan iblis. 

Kelompok kita yang 243 dari 300 kelompok yang mengikuti KKN UIN Bandung. Dikelompok tersebut ada yang bernama Asep sebagai KKP (Ketua kelompok).  Dikelompok tersebut yang paling dekat dan sudak melekat namanya “trio edan” Ungkapan kasar kelompok tersebut. 

Barok, Rifat dan Asep adalah “trio edan” tersebut. Disamping mereka satu pondok pas kuliah. Kelompok itu berjumlah 13 orang. Ega dan Fathur sebenaarnya temen deketnya barok juga. Selain itu anggota yang lain pada baru kenal. 

Disini tersimpan asmara yang terpendam. Rasa cinta mulai muncul terlebih lagi barok yang tersimpan rasa cinta terhadap “My Love” nama samaran perempuan cantik dikelopok itu. Semua laki-laki pada kelompok itu merasa kagum dan berkompetisi mendekati “My Love”.

Ternyata secara diam “My Love” sudah punya pacar. Pada akhirnya semua laki-laki hanya bisa bercanda dengannya. Dan memberikan rayuan gombal sedikit. 

Akan tetapi KKP (Asep) sebenarnya mengejar perempuan cantik pada kelompok lain. Yaitu pada kelompok 242 sebagai kelompok satu desa dengan kelompoknya. Semakin hari semakin dekat dantara mereka. Aakan tetapi cinta KKP terhadap kelompok lain sirna. Etah itu dia gak mau atau bagaimana. 

Sedang berjalannya waktu terus berlalu. Disetiap malam mereka selalu membicarakan horor. Apalagi barok yang terlalu tinggi membicara horonya. Padahal dia sendiri paling takut sebenarnya. 

Dari setiap malam selalu membicarakkan hal itu. Semakin kesini terus keeanakan membicarakan teantang iblis dan setan. Terlebih desa itu merupakan tempat banyaknya makam keramat. 

Pada akhirnya “trio edan” penasaran dengan beberapa makam tersebut. Makam Perabu Raja Agung, Makam Embah Gelis, Makam Cendol dan banyak lagi situs keramat. Jati gede lagi beberapa desa yang terrendam mungkin disini banyak setanya ungkap Asep. 

Setiap situs makam mereka kunjungi. Ternyata keadaan makam gini aja biasa. Akan tetapi yang membedakannya hanyalah hening jarang orang lewat sini dan angker. Padahal biasa saja sepeti tempat biasa yang jarang orang main kesini. 

Asep dan barok tetap bersih keras dalam penasarannya. Kenapa ditempat kaya gini merasakan sesuatu yang berbeda. 

Suatu ketika keduanya pergi mengunjungi situs Candoli tempatnya digunung. Mereka datang kesana naik motor. Setelah tiba disana merasakan keadaan yang benar-benar berbeda. Setelah pas sekali dengan situs candoli. Ega menelepon mau minjem motor. Pas mau diangkat oleh Asep ternyata langsung berlari ada jurig (Hantu). 

Keduanya berlarian dan melihat hamparan makam dipegunungan sangat luas. Mereka lari dan terbirit-birit. Sampai deket motornya apaya yang terjadi. Kabel motor gasnya putus. Anggapannya bahwa ini yang melakukannya adalah jurig. 

Lalu didoronglah motornya karena putus kabel gasnya tidak bisa berjalan. Mungkin disini setan yang melakukannya. Dasar setan kenapa memutuskan gasnya. Keduanya motornya didorong sambil lari. 

Setelah berlari-lari kemudian dibawa kebengkel motor. Dan dikabari bengkel ceritanya. Kata tukang bengkel tersebut beraninya kesana tanpa kuncen. Biasa kami penasaran dengan sesuatu hal itu. kata tukang bengkel kami juga berani kesana tanpa didampingi kuncen. Apalagi siang juga sama gak berani. 

Gimana jadinya jika kalian dibawa kealam gaib. Takutnya padahal barok disana tidak percaya apapun tentang hal itu. 

Semua tentang cerita itu kemudian diceritakan kekelompoknya pas waktu malam. Mereka berbahak-bahak mendengarkannya. Padahal pas waktu angkat telepon dari ega. Ya memang poto profil whatsapp dia yang pakai poto hantu.

Kemudian kabel gas putus ya memang udah lama gak diganti. Disini sebelum ada buktiya ko setan yang disalahkan. Dasar pikiran manusia selalu menyalahkan dan menganggap sesuatu yang tidak pasti langsung berani memutuskan. 

Dibalik cerita tersebut ada penomena sangat luar biasa. Bahwa kita semua harus berhati-hati. Tentang sesuatu tempat yang belum pernah singgahi. Dan jangan berprasangka buruk terhadap makhluk tuhan.

Iblis memang mengganggu tapi ketika diganggu. Kita jangan beranggapan bahwa benda dan tempat yang hening itu dikatakan sesuatu yang sakral. Padahal kenyataannya hanya disakralkan oleh pikiran manusia. Pada kenyataanya biasa saja. 

Jangan-jangan semua yang dianggap kita setan yang mengganggu, iblis yang mengusik dan tempat yang sakral adalah hal biasa.  Agar kita semua tidak mengganggu asalkan kita merawatnya. 

Jadi semua itu hanyalah bayangan manusia yang diciptakan oleh dirinya. Lewat pikiran halusinasi yang ada dalam bawah sadar pikirannya. Sesuatu yang sakral karena disakralkan oleh manusia. Bukan sebenarnya bahwa itu benar-benar sakral.

Comments