Jika kopi bisa menenangkan
jiwamu. Lalu tunggu apalagi ketika harapan akan dunia baru sudah didepan mata.
Ketika satu seduh kopi bisa menghadirkan revolusi tunggu apalagi cepatlah
meminum. Agar Revolusi akan suatu perubahan bisa terjadi. Kecepatan itu sudah
ditunggu oleh orang yang lapar yang sedang bekerja.
Dalam dunia kampus ngopi adalah
salah satu menyehari. Tidak sampai jika mahasiswa tidak sempat dengan ngopi
terlebih dahulu. Ngopi sudah jadi bagian terpenting dalam kehidupan kampus.
Ketika berdialog atas harapan baru bangsa. Yang setia menemaninya hanyalah kopi
hangat. Berdialog sampai larut malam pun tak pernah lupa. Hingga sampai pada
matahari terbit tiba.
Ketika malam pun dihabiskan
dengan ngopi. Maka seketikapun perubahan bangsa bisa terjadi. Megandalkan
secankir kopi untuk berdialog dan berdiskusi untuk mewujudkan suatu
pengaharapan. Dunia baru, negara baru samapai kebahagian akan dunia.
Kita bisa beraduargumen dengan
ladasan rasional yang jelas. Dimana kita dibebasakan akan kebebasan
berpendapat. Dimana kebebasan tersebut diberi ruang. Kita tau dan sadar bahwa
untuk menciptakan ruang seperti itulah yang mestinya diciptakan.
Berdialog dan saling lempar
argumen yang dbutuhkan. Lempar wacana sana sini bisa menjadi makanan menyehari.
Sampai dor-dar wacana hinggga tengah malam. Semua itu kita persiapkan dengan
matang. Dengan membaca setiap hari untuk mempertahankan argumentasi kita.
Silat lidah dan bertukar pikiran
rasanya surga bagi bangsa. Bagaimana merubah suatu perubahan negara yang lebih
baik. Kita tidak ada lagi saling bermusuhan antar sesama manusia. Kita tidak
menemukan konflik antar individu. Kita tidak menemukan lagi ermusuhan atar
golongan. Kita tidak bisa menemukan lagi permusuhan atar partai dan samapai
tidak menemukan lagi permusuhan atar agama.
Yang kita lihat hanyalah
kebahagian. Kita tidak saling lagi bermusuhan atar golongan, individu, agama,
ekonomi, politik dan kepercayaan. Kita akan mudah menemuinya dari pada yang
seperti diatas banyak permusuhan.
Kebahagian yang kita dapatkan. Kita
semua bisa saling duduk bareng. Dan berpesta setiap malam dalam relung
kebahagian yang tak terbatas. Semua orang cinta sesamanya. Tidak ada lagi
sikaya simiskin. Tidak ada lagi ini anak ajengan ini anak presiden, ini anaknya
menteri, ini anaknya guru.
Tapi dimasa depan kita dapat
menemukan tidak ada lagi seperti itu. dimasa depan kita akan sama semuanya
tidak ada lagi orang-orang yang tertindas. Tapi semuanya sama dihadapan Allah
yaitu sebagai seorang manusia.

Comments
Post a Comment