![]() |
| Dokumen/Pribadi |
Kita tidak bisa dinapikan bahwa kematian itu datang bisa kapanpun dan dimanapun berapa. Aku berharap jika kematian itu adalah setan yang menankutkan. Kenapa manusia selalu menghindar darinya. Kebahagian yang didapatkan manusia tinggal hanya menganga. dan menunggu ajal tiba jika itu menhendaki.
Kayanya, sekarang ini aku merasa asing. Asing karena jarang berkomunikasi dengan tuhan. Apakah tuhan sendiri rindu terhadapku. Aku sangat rindu dengannya. Tapi aku malu karena karena aku miskin. Dan jarang sekali aku memohon padanya. Tapi aku juga resah dengan manusia disekelilingku yang selalu serakah.
Disisi lain aku merasa iri. Tapi tuhan tak pernah menghendaki. Aku hanya bisa memohon kepada siapa lagi. Hidupku yang sekarang tanpa arah tujuan. Jika aku hanya tujuan terhdap kematian. Lantas apalah artinya hidupku didunia ini.
Aku heran dengan orang lain. Mereka bisa berkuasa. Kuliah dianterin sama papahnya. Sedangkan aku, aku hanya bisa menagis meretapi nasibku yang malang ini. Ketika orang lain bisa makan dikafe sedangkan aku makan aja jarang.
Nasibku yang kaya gini, Aku disebabkan oleh tuhan atau didiriku sendiri. Aku gak tau disisi lain katanya takdir. Tapi ada juga bahwa nasib itu ditentukan oleh kita sendiri. Memang dunia ini penuh kebignungan.

Comments
Post a Comment