![]() |
| Dokumen Pribadi |
Kepemimpinan adalah pengendalian atas elemen-elemen
dibawahnya maka seorang pemimpin sejauhmana mengetahui psikologi para elemen
tersebut. Kalau dimasyarakat biasanya seorang pemimpin harus orang yang sudah
berpengalaman. Tetapi ada juga sebagian orang bahwa seorang pemimpin harus
dewasa. Dewa merupakan sudah matengnya umur emang benar seperti itu, tetapi
pada kenyataanya banyak yang sudah berumur akan tetapi kepribadiannya masih
kanak-kanak apakah seperti itu atau bagaimana seorang dewasa itu. Yang jelas
dewasa banyak orang yang mengartikannya banyak perspektip memberikan pengertian
tentang dewasa. Ada orang mengatakan santai kemudian diberikannya ketenangan
tapi masih banyak lagi orang-orang merartikannya.
Kepemimpinan merupakan setiap individu pasti punya sipat
kepemimpinan akan tetapi kepemimpinan tersebut ada datangnya dari tuhan ada
juga datangnya dari kita sendiiri yang terus berusaha untuk menjadi seorang
pemimpin. Itu mutlak jika kalau sipat itu datangnya dari tuhan dia adalah
pilihan tuhan yang diutus tetapi pada hakikatnya semua manusia turun kemuka bumi tidak lain untuk menjadi seorang
pemimpin maka sejauh mana mereka bisa konsisten dan mempunyai loyalitas yang
tinggi untuk menjadi seorang pemimpin. Kemudian sipat yang kedua itu datang
dari internal individunya yaitu didapatkan dari pengalaman ataupun dilatih untuk
senantiaasa menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu kedua faktor sebut
sejauhmana kita bisa berkonsisten atas kepemimpnan kita. Dan sejauhmana melihat dan bersikap dewasa
nah dewasa seperti yang kita tanamkan
pada khalayak banyak.
Dewasa adalah sikap seseorang terhadap apa yang terjadi
dihadapanya dan bagaimana mereka bisa menyikapinya dengan dewasa. Kadang-kadang
antara pemimpin dan dewasa ini mempunyai hubungan yang harus dimiliki setiap
manusia. Maka sejauhmana kedua hal ini bisa berkesinambungan satu sama lain.
Tolak ukur dewasa tidak dilihat dari
seberapa tuanya umur itu tetapi ada beberpa yang harus diperhatikan
sebagai organisatoris atau sebagai pemimpin sejauh mana kedewasaan tersebut.
Maka setiap manusia harus tau dewasa itu seperti apa dan bagaimana
memperaktikannya dalam dunia aktual bukannya ada dalam dunia ide aja maka harus
diaktualisasikan atas apa yang ada dalam dunia ide. Yang harus diperhatikan
untuk senan tiasa bersikap dewasa yaitu
pertama, berfikir dewasa, dewasa merasa, dewasa berbicara, dan dewasa
bertindak.
A. Dewasa berfikir
Agar kita senantiasa bersikap dewasa maka dewasa berfikir
merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan kedewasannya. Tetapi berfikir
kaya gimana sikap dewasa ini pertama,
berfikir secara filosofis. Maka seorang yang dewasa berfikirlah sebelum
melakukan itulah konsep berfikir secara filosofis dan yang terpenting rasinaol
dan masuk akal atas apa yang kita lakukan. Kedua, yaitu
berpikir skeptis apa maksudnya yaitu melihat sesuatu tidak gampang untuk diterima
tetapi dipikirkan dulu dan disaring. Ketika mendapatkan informasi tidak gampang
iya-iya ajj tetapi detiliti dulu bagaimana kebenarannya informasi itu. Selain
dari pada itu bukan informasi saja melainkan berbagi hal apa yang terjadi maka
sejauhmana kebenaran itu kongkrit itulah yang dinamakan dengan skeptis.
Berangkat dari keraguan dulu melihat sesuatu tidak ditelan mentah-mentah
diklarivikasi dulu ketika melihat apapun. Beda halnya dengan konsep ketuhanan
kalau ketuhanan berarti yang harus kita dahulukan adalah konsep keyakinan.
Keyakinan kepada tuhan itu tidak diragukan lagi itu mutlak adanya hal tersebut. Ketiga, berfikir keritis ketika melihat
sesuatu harus dilihat dulu akan kebenarannya tidak langsung ditelan kata tadi
juga tetapi dicerna dulu. Keempat, berfikir
radikalis konsep berfikir ini tidak jauh dengan konsep keritis tetapi berfikir
disini yaitu secara mendalam dan mengakar sejauhmana pernyataan itu dan sedalam
apa penyataan itu dan itu wajib kita ketahui pada puncak akar-akarnay penyataan
itu. Kelima, berfikir pragmatis
konsep ini merupakan keuntungan apa yang akan kita lakukan dalam melakukan hal itu. Dengan konsep
berfikir pragmastis kita akan mendapatkan tujuan dari pada apa yang kita capai
dan itu harus kita perhitungkan dalam melakukan sesuatu.
B. Dewasa Merasa
Merasa merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh
manusia dalam dibenturkan dalam hal-hal yang bersifat aktual. Ketika kita
melihat sesuatu sejauhmana rasa kita mempunyai empati terhadap hal itu. Salah
satu contoh misalnya seorang pemimpin harus tau dan merasakan bagaimana sesuatu
yang dirasakan oleh anggotanya. Maka seorang pemimpin harus tau karakter dan
psikologinya seorang anggota. Begitupun dalam melihat penomena sejauhmana kita
juga merasakan apabila orang lain mendapatkan kesulitan kita juga merasakannya
dan apabila orang lain mendapatkan kebahagian kita juga merasakannya dan ini
semua merupakan konsep kepemimpinan dalam hal dewasa merasa. Maka dari itu,
seorang pemimpin harus menyesuaikan atas yang dirasakan oleh anggotanya beda
dengan penomena sekarang seorang pemimpin malah lebih enak dari pada anggota
masyarakatnya. Pemimpin dia hidup dalam keadaan yang nyaman berjuis beda dengan
rakyat yang selalu sengsara atas ketidak adilan ini. Maka perlu kita ketahui
sebagi seorang pemimpin untuk senantiasa mementingkan keadaan masyarkatnya dan
merasakan kehidupan kesegsaraan masyarakat jangan sampai sebaliknya.
C. Dewasa berbicara
Konsep pemimpin harus diperhatikkan juga dalam teknik
berbicara bagaimana seorang pemimpin itu berbicara. Hal yang terpenting dalam
berbicara adalah bagaimana metode bicara seorang pemimpin dan disinilah public speaking dan retorikannya seorang pemimpin bagaimana
gaya bicaranya. Bicara haruslah rasional dan masuk akal orang yang dewasa itu
berbicaranya tudopoin dan tidak berbelit-belit dan dipahami oleh anggotannya.
Maka seorang pemimpin disini harus mempunyai gaya bicara yang beda dari yang
lain tidak harus seperti orang lain akan tetapi yang lebih penting adalah mampu
dimengerti oleh setiap anggotanya.
D. Dewasa Bertidak
Bertindak adalah sesuatu gerakan atau tingkah laku yang
dilakukan oleh manusia. Tingkah laku manusia itu kadang-kadang ada yang serius
dan tidak serius. Maka seorang yang sikap dewasa itu dalam melakukan hal apapun
harus senan tiasa bersungguh-sungguh dan serius atas apa yang dikerjakan
seorang pemimpin. Itulah tidakan yang bersikap dewasa dengan hal apapun dia
selalu menerima dengan kesungguhan hati dan melakukannya dengan ikhlas dan
bersikap tenang tidak tergesa-gesa dalam melakukan hal papun dalam bicara juga
itu harus senantiasa bersikap tenang dan tersenyum melihat sesuatu yang
dihadapkan oleh kita. Maka dari itu, disinilah berapa pentingnya sikap dewasa
dalam hal kepemimpinan.
Oleh karena itu kita sebagai manusia yang diturunkan kemuka
bumi ini untuk menjadi seorang pemimpin. Maka seorang pemimpin harus senantiasa
bersikap dewasa dan merupakan sangat penting kedewasaan ini diterapkan dalam
berbagi persoalan. Sehingga kepemimpinan dan kedewasaan ini menjadi tolak ukur
dia sebagi seorang pemimpin atau tidak.

Comments
Post a Comment