Skip to main content

Kala Pemimpin, Wajib Tau!

Dokumen Pribadi


Kepemimpinan adalah pengendalian atas elemen-elemen dibawahnya maka seorang pemimpin sejauhmana mengetahui psikologi para elemen tersebut. Kalau dimasyarakat biasanya seorang pemimpin harus orang yang sudah berpengalaman. Tetapi ada juga sebagian orang bahwa seorang pemimpin harus dewasa. Dewa merupakan sudah matengnya umur emang benar seperti itu, tetapi pada kenyataanya banyak yang sudah berumur akan tetapi kepribadiannya masih kanak-kanak apakah seperti itu atau bagaimana seorang dewasa itu. Yang jelas dewasa banyak orang yang mengartikannya banyak perspektip memberikan pengertian tentang dewasa. Ada orang mengatakan santai kemudian diberikannya ketenangan tapi masih banyak lagi orang-orang merartikannya.
Kepemimpinan merupakan setiap individu pasti punya sipat kepemimpinan akan tetapi kepemimpinan tersebut ada datangnya dari tuhan ada juga datangnya dari kita sendiiri yang terus berusaha untuk menjadi seorang pemimpin. Itu mutlak jika kalau sipat itu datangnya dari tuhan dia adalah pilihan tuhan yang diutus tetapi pada hakikatnya semua manusia turun kemuka  bumi tidak lain untuk menjadi seorang pemimpin maka sejauh mana mereka bisa konsisten dan mempunyai loyalitas yang tinggi untuk menjadi seorang pemimpin. Kemudian sipat yang kedua itu datang dari internal individunya yaitu didapatkan dari pengalaman ataupun dilatih untuk senantiaasa menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu kedua faktor sebut sejauhmana kita bisa berkonsisten atas kepemimpnan kita.  Dan sejauhmana melihat dan bersikap dewasa nah dewasa seperti yang kita  tanamkan pada khalayak banyak.
Dewasa adalah sikap seseorang terhadap apa yang terjadi dihadapanya dan bagaimana mereka bisa menyikapinya dengan dewasa. Kadang-kadang antara pemimpin dan dewasa ini mempunyai hubungan yang harus dimiliki setiap manusia. Maka sejauhmana kedua hal ini bisa berkesinambungan satu sama lain. Tolak ukur dewasa tidak dilihat dari  seberapa tuanya umur itu tetapi ada beberpa yang harus diperhatikan sebagai organisatoris atau sebagai pemimpin sejauh mana kedewasaan tersebut. Maka setiap manusia harus tau dewasa itu seperti apa dan bagaimana memperaktikannya dalam dunia aktual bukannya ada dalam dunia ide aja maka harus diaktualisasikan atas apa yang ada dalam dunia ide. Yang harus diperhatikan untuk senan tiasa bersikap  dewasa yaitu pertama, berfikir dewasa, dewasa merasa, dewasa berbicara, dan dewasa bertindak.
    A.   Dewasa berfikir
Agar kita senantiasa bersikap dewasa maka dewasa berfikir merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan kedewasannya. Tetapi berfikir kaya gimana sikap dewasa ini pertama, berfikir secara filosofis. Maka seorang yang dewasa berfikirlah sebelum melakukan itulah konsep berfikir secara filosofis dan yang terpenting rasinaol dan masuk akal atas apa yang kita lakukan. Kedua,   yaitu berpikir skeptis apa maksudnya yaitu melihat sesuatu tidak gampang untuk diterima tetapi dipikirkan dulu dan disaring. Ketika mendapatkan informasi tidak gampang iya-iya ajj tetapi detiliti dulu bagaimana kebenarannya informasi itu. Selain dari pada itu bukan informasi saja melainkan berbagi hal apa yang terjadi maka sejauhmana kebenaran itu kongkrit itulah yang dinamakan dengan skeptis. Berangkat dari keraguan dulu melihat sesuatu tidak ditelan mentah-mentah diklarivikasi dulu ketika melihat apapun. Beda halnya dengan konsep ketuhanan kalau ketuhanan berarti yang harus kita dahulukan adalah konsep keyakinan. Keyakinan kepada tuhan itu tidak diragukan lagi itu mutlak adanya hal tersebut. Ketiga, berfikir keritis ketika melihat sesuatu harus dilihat dulu akan kebenarannya tidak langsung ditelan kata tadi juga tetapi dicerna dulu. Keempat, berfikir radikalis konsep berfikir ini tidak jauh dengan konsep keritis tetapi berfikir disini yaitu secara mendalam dan mengakar sejauhmana pernyataan itu dan sedalam apa penyataan itu dan itu wajib kita ketahui pada puncak akar-akarnay penyataan itu. Kelima, berfikir pragmatis konsep ini merupakan keuntungan apa yang akan kita lakukan  dalam melakukan hal itu. Dengan konsep berfikir pragmastis kita akan mendapatkan tujuan dari pada apa yang kita capai dan itu harus kita perhitungkan dalam melakukan sesuatu.
    B.   Dewasa Merasa
Merasa merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam dibenturkan dalam hal-hal yang bersifat aktual. Ketika kita melihat sesuatu sejauhmana rasa kita mempunyai empati terhadap hal itu. Salah satu contoh misalnya seorang pemimpin harus tau dan merasakan bagaimana sesuatu yang dirasakan oleh anggotanya. Maka seorang pemimpin harus tau karakter dan psikologinya seorang anggota. Begitupun dalam melihat penomena sejauhmana kita juga merasakan apabila orang lain mendapatkan kesulitan kita juga merasakannya dan apabila orang lain mendapatkan kebahagian kita juga merasakannya dan ini semua merupakan konsep kepemimpinan dalam hal dewasa merasa. Maka dari itu, seorang pemimpin harus menyesuaikan atas yang dirasakan oleh anggotanya beda dengan penomena sekarang seorang pemimpin malah lebih enak dari pada anggota masyarakatnya. Pemimpin dia hidup dalam keadaan yang nyaman berjuis beda dengan rakyat yang selalu sengsara atas ketidak adilan ini. Maka perlu kita ketahui sebagi seorang pemimpin untuk senantiasa mementingkan keadaan masyarkatnya dan merasakan kehidupan kesegsaraan masyarakat jangan sampai sebaliknya.
   C.   Dewasa berbicara
Konsep pemimpin harus diperhatikkan juga dalam teknik berbicara bagaimana seorang pemimpin itu berbicara. Hal yang terpenting dalam berbicara adalah bagaimana metode bicara seorang pemimpin dan disinilah public speaking  dan retorikannya seorang pemimpin bagaimana gaya bicaranya. Bicara haruslah rasional dan masuk akal orang yang dewasa itu berbicaranya tudopoin dan tidak berbelit-belit dan dipahami oleh anggotannya. Maka seorang pemimpin disini harus mempunyai gaya bicara yang beda dari yang lain tidak harus seperti orang lain akan tetapi yang lebih penting adalah mampu dimengerti oleh setiap anggotanya.
    D.   Dewasa Bertidak
Bertindak adalah sesuatu gerakan atau tingkah laku yang dilakukan oleh manusia. Tingkah laku manusia itu kadang-kadang ada yang serius dan tidak serius. Maka seorang yang sikap dewasa itu dalam melakukan hal apapun harus senan tiasa bersungguh-sungguh dan serius atas apa yang dikerjakan seorang pemimpin. Itulah tidakan yang bersikap dewasa dengan hal apapun dia selalu menerima dengan kesungguhan hati dan melakukannya dengan ikhlas dan bersikap tenang tidak tergesa-gesa dalam melakukan hal papun dalam bicara juga itu harus senantiasa bersikap tenang dan tersenyum melihat sesuatu yang dihadapkan oleh kita. Maka dari itu, disinilah berapa pentingnya sikap dewasa dalam hal kepemimpinan.
Oleh karena itu kita sebagai manusia yang diturunkan kemuka bumi ini untuk menjadi seorang pemimpin. Maka seorang pemimpin harus senantiasa bersikap dewasa dan merupakan sangat penting kedewasaan ini diterapkan dalam berbagi persoalan. Sehingga kepemimpinan dan kedewasaan ini menjadi tolak ukur dia sebagi seorang pemimpin atau tidak.

Comments