Kepemimpinan
adalah suatu pengendalian atas elemen-elemen dibawahnya maka ketika menjadi seorang pemimpin harus tau bagaimana
konsep kepemimpinan tersebut. Yang menjadikan faktor kepemimpinan adalah
sejauhmana mereka bisa konsisten atas kecintaanya terhadap organisasi.
Organisasi mengajarkan untuk mencari kekuatan dan mengumpulkan sebuah kekuatan
untuk mencapai kepada cinta. Rasakan cinta itu oleh hati maka hati dan cinta
akan membuat sebuah rasa yaitu rasa
cinta terhadap sesuatu. Semua lini
organisasi adalah sama pada hakikatnya mempunyai visi misi dan tujuan tapi
dalam mereduksi sebuah tujuan itulah yang membedakan mereka. Ketika sudah cinta
maka kita tidak akan sekali-kali meninggalkannya.
Jangan seperti
saya, saya merukan salah satu orang yang bercita-cita sangat tinggi sehingga
banyak sekali organisasi yang saya ikuti dan semua itu adalah sama semuanya
adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta kita terhadap sesuatu.
Kecintaan kita
terhadap sesuatu itulah yang disokong oleh keikhlasan. Maka ketika cinta hadir disetiap individu akan hilangnya rasa dengki,
iri, sombong dan lain sebgainya maka puncaknya adalah cinta yangmenjadikan
konsisten atas apa yang kita kerjakan dengan berlandaskan keikhlasan.
Maka penting
sekali untuk masuk terhadap organisasi maka disini saya katakan sebagi
organisatoris yang memasuki berbagai organisasi. Tapi setiap orang pasti
mempunyai perinsip yang berbeda dan itu tidak menjadi sebuah masalah. Keinginan
yang kita capai harus lakukanlah dengan khusu agar apa yang kita capai mendapattkan
hasil yang sangat luar biasa maka disinillah pentingnya sebuah kepemiminan.
Seorang pemimpin harus bijaksana dan untuk mencapai kebijaksanan itu harus
dengan kekuatan yang mendalam. Dan kekuatan itu hadir ketika kita kolektip
kolegial untuk memadang sesuatu itu harus dragukan setiap penyataan yang kita
hadapi maka puncak kebijaksanaan disinilah dituangkan. Untuk mecapai cinta yang
lebih penting adalah kebijaksanaan.
Kemudian kedua
yang harus dilakukan bagi seorang pemimpin adalah bagaimana cara dia merasa
dengan rasa cinta melihat sesuatu itu. Kecintaan yang ditumbuhkan itu akan
membuat sebuah pola yaitu rasa cinta terhadap sesuatu bagaimana kita merasa
kehidupan ini dengan cinta yang tidak lain adalah kecintaan. Kemudian ketiga
yaitu bertindak bagaimana kita bertindak dengan rasa cinta terhadap sesuatu
maka dipandang perlu bagi kita bersikap bijaksana dan ini setiap diri manusia kita harus lakukan. Betindak
yang lakukan jangan sampai melukai hati orang lain dan jangan sekali-kali
membuat orang lain tersinggung atas apa yang kita lakukan maka disinilah
pentingnya atas sebuah kebijaksanaan.
Kemudian
terkahir adalah bagaimana caranya agar kita dalam hal berfikir, merasa dan
bertindak itu harus mempunyai nilai yang tergantung. Maka posisi pragmatis yang
dilakukan itu menjadi hal yang penting bagaimana tujuan kita dalam memimpin dan
kepemimpinan itulah yang kita perjuangkan. Untuk merubah kondisi masyarakat
kearah yang lebih baik dan menacapai kepada puncak yang dsangat tinggi yaitu
kecintaan kita terhadap tuhan dan kecintaan kita kepada rakyat.

Comments
Post a Comment