Skip to main content

Posts

Showing posts with the label medsos

Hembusan Angin Buzzer Politik

Jika politik dikatakan oleh Hassan Hanafi adalah suatu pembelaan. Keadilan yang diperjuangkan dalam pembelaan tersebut. Perlawanan terhadap ketidak adilan merupakan hal wajib. Karena pada saat tentu perbincangan seperti ini lazim dikonsumsi. Apalagi persoalan politik yang sudah keluar jauh dari haikat demokrasi rakyat.  Politik seperti sekarang seperti dilemahkan. Dengan dibuktikannya beberpa masalah yang sampai saat sekarang tak kunjung selesai. Seperti masalah kemiskinan, kesenjangan dan keterbelakangan. Semua masalah tersebut serasa dilemahkan oleh politik itu sendiri. Karena yang memegangnya pun para elit yang penuh dari kepentingannya.  Status qua yang mereka langgengkan semakin langgeng. Karena tidak adanya otoritas perjuangan rakyat yang dilakukan. Pada akhirnya semacam itu sebagai biang kladi pnindasan berasal. Deskriminatif terhadap kaum minoritas serang mulai tergaungkan. Dengan memegang sistem yang mereka miliki.

Buzzer Politik dan Lupa Wacana Sejahtrakan Rakyat

Facebook / Halaman Agung Webe Tahun 2019 merupakan pertarungan politik bulan lalu. Seiring berjalannya waktu masalahpun muncul kepermukaan. Bukan malah solusi yang dihasilkan. Akan tetapi rentetan masalah yang begitu semberawut bagi perpolitikan Indonesia.  Kita bisa tau, dari maslah kemasalah dengan melihat medsos yang bertebrangan. Arus yang mengalir tidak kunjung di saring. Bagaimana objektivitas kebenaran atau hanya kepentingan sekelompok erit yang menjerat. Kita bisa lihat dari oposisi yang tidak menjadi oposisi. Malahan menghianati dari posisinya sebagai oposisi.  Pertanyaannya adalah bagai mana kedua sisi tersebut bisa bergabung. Sedangkan oposisi bagi penulis sagatlah penting untuk mengawasi kenerja pemerintah dengan segudang kritik yang menusuk dan tajam. Seperti kinai yang ditusukan kepada Menko Polhukam dibanten.  Para elit politik sekarang Lapa akan wacana mensejahtrakan masyarakat. Dengan beralihnya oposisi menjadi pendukung sebagai bukt...

Sejarah Pergerakan Mahasiswa

Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang menyandang predikat agen perubahan sosial. Statusnya yang tinggi berkonsekuensi pada suatu tanggung jawab yang sangat besar. Menyikapi tanggung jawab mahasiswa pada masa mendatang itu, mahasiswa memiliki tiga tugas sekaligus, pertama, penguasaan ilmu secara sungguh-sungguh. Kedua, membangun spiritualisme dalam dirinya dan, ketiga, membangun spiritulisme dalam masyarakatnya (Syahrin Harahap:2005). Mahasiswa hendaknya tidak hanya mengandalkan belajar dari bangku kuliah saja, tetapi juga perlu belajar dari organisasi. Tidak semua ilmu pengetahuan dan pengalaman kehidupan tersedia di bangku kuliah. Bangku kuliah hanyalah bagian kecil dari sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat teoretis. Lebih dari itu, mahasiswa harus belajar berorganisasi. Organisasi merupakan wahana efektif untuk mengembangkan potensi diri, sarana belajar bersama, berinteraksi dengan orang lain, membentuk serta mendewasakan karakter, mengasah ketajaman...