Skip to main content

Tuhan dan Realitas Wujud

Facebook/Martabat 7 Insanul Kamil

Tuhan merupakan entitas diluar diri manusia. Karena itu dia bersifat transenden. Wujud tuhan yang bersifat transendental itu ada karena bersifat imanen. Jika itu bersifat imanan karena kita ada. Kenapa kita ada karena ada dibalik yang ada.

Hukum sebab akibat membuktikan logika seperti itu. Kenapa kita ada karena ada yang mengada. Bagaimana kita tahu  bahwa sesuatu yang transendental bisa kita ketahui. Hukum kotradiksi menyebutkan jika kita ada berarti diluar diri kita ada sesuatu yang ada.

Manusia sering memperdebatkan akan hal itu. Apakah tuhan itu bersifat imana. Yang pernah dikatakan seorang filsafat dan juga sufi. Tuhan itu ada dalam diri kita sendiri. Apakah ini bersifat imanen. Akan tetapi argumentasi tersebut banyak dibantah. Karena tuhan itu gak bisa diakses maka itulah transenden. Kenapa tuhan transenden karena ia transendental.

Imanen artinya sesuatu yang ada dalam diri kita. Kita dapat tau dalam diri kita bahwa ada yang mengetahui. Untuk dapat mengetahuinya diperlukan diri kita sendiri sebagai subjek. Kemudian transendental adalah pstulat yang berada diluar diri kita. sesutu yang tidak bisa kita akses. Kenapa, karena itulah namanya transendental tidak bisa diakses.

Kegiatan manusia semacam itu telah diperdebatkan sejak lama. Mereka beranggapan dengan dalih rasionalisme. Kemudian ada juga mereka yang bersifat empirisme. Kedua hal itu, sama-sama memperdebatkan bagaimana kebenaran itu mungkin.

Secara rasional, Dingin itu ada. Tapi dia sebenarnya tidak ada. Karena disitu ada yang hilangnya rasa hangat. Gelap itu ada tapi kenyataannya tidak ada karena sebenarya karena disitu ada yang hilang yang itu cahya dikegelan itu tidak ada.

Kita selanjutnya mengenal namanya wujud. Bagaimana wujud itu bisa dikatakan wujud. Bahwa yang perlu kita ketahui. Pertama, wujud khariji (wujud eksternal) dan wujud dzihni/wujud ilmi (wujud rasional/wujud pengetahuan). Bahwa wujud khariji adalah wujud yang hakiki. Kenapa karena dia lah yang menyebabkan dunia dan kita ada.

Maka untuk membuktikan hal itu. Apakah tuhan rindu dengan kita. Bagaimana rindunya tuhan terhadap kita. Apakah kita sendiri juga rindu terhadapnya. Maka jika kalian sama-sama rindu lakukanlah komunikasi yang seharunya.

Comments