Skip to main content

Pancasila, Kita Semua Bersaudara!


Monumen Perjuangan Bandung

Pancasila merupakan dasar negara kesatuan republik indonesia (NKRI).  Rumah kita adalah pancasila. Rumah kita merupakan dasar negara republik indonesia (NKRI). 

Apakah bisa dimungkinkan bahwa rumah kita adalah pancasila. Kenapa pancasila dikatakan sebagai rumah kita bersama. Tetapi untuk membicarakan pancasila perlu waktu yang panjang. Sebab dibalik kata “pancasila” termuat berbagai pandangan filosofis dan memiliki sejarah yang panjang.

Pancasila tidaklah lahir secara mendadak pada tahun 1945. Melainkan dengan proses berfikir yang panjang. Melalui penghayatan, refleksi dan pemikiran mengenai keadaan objektif bangsa indonesia. Dengan didasari perjuangan bangsa. 

Melihat gagasan-gagasan dunia dengan diilhami oleh gagasan bangsa indonesia sendiri. Yang berakar pada kepribadian dan kondisi sosial politik bangsa. 

Proses konseptualisasi pancasila mendapatkan rangkaian yang panjang. Mulai 1900-an dalam bentuk gagasan-gagasan kecil. Yaitu gagasan untuk mencari sintetis antar ideologi. Proses penemuan indonesia kebangsaan bersama (civic nationalism). 

Proses ini ditandai dengan munculnya berbagai organisasi pergerakan dan partai politik. Sehingga dirumuskan pancasila dimulai pada persidangan pertama Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 29 mei – 1 juni 1945.

Pancasila sebagai dasar dan sebagai pandangan hidup (way of life). Pancasila sebagai dasar negara artinya pancasila menjadi dasar mengatur penyelenggaraan negara dan mengatur seluruh warga negara. 

Pandangan hidup (way of life) bangsa indonesia dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional. Yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan sebagai tujuan dan cita-cita yang berlandasakan atas dasar negara. 

Dalam pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Alinea keempat terdapat rumusan sila-sila pancasila sebagai dasar negara indonesia. Rumusan itulah dalam hukum posistif indonesia secara yuridis konstisional sah, berlaku dan mengikat seluruh lembaga negara, lembaga masyarakat, dan setiap warga negara tanpa terkecuali.

Rumusan yang sangat panjang untuk menentukan dasar negara. Mulai dari sidang pertama BPUPKI, panitia kecil dan samapai pada sidang PPKI ( pancasila dalam pembukaan UUD tahun 1945) 18 agustus 1945 .

Lalu letaknya dimanakah pancasila sebagai rumah kita bersama. Poin berapakah yang memuat bahwa pancasila sebagai rumah kita bersama. Yaitu poin persatuan indonesia. Kesatuan dan persatuan indonesia adalah dasar Pandangan hidup (way of life) bangsa indonesia. 

Mengapa pancasila sebagai rumah kita bersama. Apakah bisa dimungkinkan pancasila sebagai alat untuk merekatkan kesatuan bangsa. 

Perlu kita ketahui, dalam teori matrealime dealektika Tan Malaka mengatakan dari kuantitas menuju kualitas. Baik dealektika idealis atau matrealis. Dealetika idealis artinya berdealetika diantara gagasa-gagsan kecil pancasila menuju gagasan yang besar menjadi sebuah dasar negara. 

Begitupun dengan dealetika material yaitu lewat organisasi-organisasi, partai politik dan elemen-elemen lainnya. Sehingga menghasilkan dinamika gagasan yang dikumpulkan dari setiap variabel menjadi satu kekuatan ideologi negara.

Kemudian persatuan dibentuk oleh variabel-variabel yang sangat kecil. Dari bermacam-macam suku, bangsa, ras dan kebudayan. Tanpa ada kesatuan yang mengikat. Akan menghasilkan suatu polemik yang panjang. Maka poin ketika “persatuan indonesia” adalah solusi dari polemik perbedaan. 

Semua itu berdealetika menghasilkan suatu gagasan bagaimana dari perbedaan-perbedaan bisa merekatkan kesatuan bangsa. Dari perberbedaan organisasi, partai politik, agama dan kebudayaan semua bukan untuk melemahkan justru akan menjadi kekuatan bangsa yang sangat besar. 

Sudah terlihat bahwa pancasila sebagai dasar negara akan memperkuat dan mengokohkan bangsa. Solidaritas dari setiap elemen-lemen terkecil bila disatukan akan menjadi kekuatan yang besar untuk merekatkan kesatuan bangsa. Yang mana lahir dari suatu polimik yang berkepanjangan. 

Apakah kita semua tau prinsip pancasila sebagai dasar. Kalau prinsip dasar ini diaplikasikan tidak mungkin perpecahan bangsa bisa berlanjut. Akan tetapi dengan konsesus bersama lewat pancasila sebagai dasar negara. Yang termuat dalam “persatuan indonesia”.

Maka dari itu, perlu kita ketahui dalam teori ekonomi politik menjelaskan suprastruktur dipengaruhi oleh basis struktur. Suprastukturnya adalah pancasila sebagai dasar dan sebagai rumah kita bersama. Dari perbedaan struktur, kelas ekonomi politik berpengaruh pada suatu ide gagasan besar. 

Ketika basis struktur meliputi sosial, budaya, politik, agama dan seni. Ini akan mempengaruhi bagaimana pancasila disepakati oleh  bersama. 

Dengan pancasila sebagai superstruktur warga negara akan patuh dan tunduk sesuai dengan keinginan mereka. Disini pancasila merupakan penggerak dan pengatur massa. Maka disinilah kesadaran subjek beperan pada gerak kolektif masyarakat. Kesadaran dibangun oleh sebuah dasar superstuktur yaitu pancasila. 

Lalu pancasila sebagai dasar ini dilakukan oleh siapa. Bagaimana tujuan pancasila sebagai dasar tata kehidupan dan mengatur penyelengaraan negara. Apakah bisa dimungkinkan bahwa pancasila sebagai dasar negara. Pancasila mampu menyatukan dan merekatkan kesatuan bangsa. Bagaimana bisa dimungkinkan terbentuk tanpa ada sebuah konflik dibasis ekonomi (society). 

Basis struktur meliputi etnis, agama, politik, seni dan berbagai golongan. Dari berbagai basis struktur akan dipengaruhi oleh superstuktur (Ideologi). Lewat intervensi subjek sebagai superstuktur. 

Salah satu contoh kita patut bersyukur ditengah-tengah situasi politik yang sangat panas sekarang. Rakyat masih punya ikatan solidaritas kebangsaan. Ini diwujudkan dalam demokrasi masyarakat ikut berpartisipasi mensukseskan pemilu 17 april  2019 kemarin. Dalam konteks ini, 

seharusnya, masyarakat meskipun beda pilihan akan tetapi solidaritas kebangsaan harus dirawat. Bukan malah saling mengancam dan bermusuhan ketika perbedaan itu. 

Maka disini harus hadir seorang figur  pemimpin yang bisa menjadi teladan bagi rakyatnya. Bagaimana merawan solidaritas kebangsaan ditengah-tengah pemilu dan pesta demokrasi. 

Agar solidaritas kebangsaan akan tetap terjaga sampai kapanpun. Asalkan masyarakat tau rumah kita bersama yaitu pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Maka yang harus dihilangkan adalah sentimen primordialisme. Meskipun belum menjadi konflik terbuka. Namun jika potensi ini dibiarkan akhirnya akan memperbesar permusuhan. Ironisnya hari ini, para pemimpin kita sering menjadikan perbedaan primordial dimasyarakat sebagai alat untuk mengekspresikan kepentingan politiknya. 

Lihat saja, pilpres 2019 kemarin terjadi konflik semua calon mendeklarasikan kemenanganya. Padal waktu pengumuman dan sahnya sebagai presiden belum pada waktunya. Ini akan mengundang persoalan berkepanjangan. Karena mereka yang kalah, merasa tidak siap menerima kekalahan tersebut. 

Disamping kedua pendukung saling menghujat dan hoax tersebar. Dapat dipastikan mobilisasi ini akan menimbulkan konflik dengan pihak yang terkait. Dalam penyelengaraan pesta demokrasi.
Kita perlunya formulasi sistem kehidupan yang mampu bertahan disituasi seperti itu. gejala memudarnya ikatan solidaritas kebangsaan, perlu kita sikapi secara bijak tanpa menyalahkan pihak lain. 

Karenanya kita semua harus berkomitmen untuk menjaga keutuhan dan solidaritas bangsa. Sebab itu, adalah tujuan luhur dan indah yang dulu merekatkan semua kelompok. Baik atnis, aliran manapun, agama, menjadi satu bangsa besar. Inilah jati diri bangsa kita yang tidak boleh hilang pada setiap diri kita. Sebab kalau bukan kita, siapa lagi yang diharapkan mampu menjaga keutuhan bangsa ini.

Comments