Skip to main content

Islam Moderat dan Dakwah Di Era Media Baru


Media merupakan wasilah bagaimana dakwah bisa menyebar secara luas dan bagus untuk diterapkan dalam lika-liku dakwah. Dalam kehidupan sosial kita tidak terlepas dengan media apalagi yaitu media massa. Dewasa ini masyarakat tidak terlepas dengan media massa sehingga masyarakat mampu menyesuaikan perkembangan zaman dengan adanya media massa.

Dengan media massa masyarakat bisa mengikuti tingkah laku dalam kehidupan sehari-harinya. Bahkan media massa sangat mempengaruhi terhadap perkembangan dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosialnya. Media massa dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi memberikan sumbangsih yang besar terhadap pola sosial yang dimasyarakat. Pengaruh tersebut sangatlah melekat dan tidak dipungkiri lagi bahwa hadirnya media massa memberikan yang sangat luar biasa dalam perkembangaan kehidupan sosial  mansusia.

Hadirnya media massa telah mempengaruhi kebudayaan masyarakat dan tingkah laku setiap individu. Baik pengaruh tersebut bersifat positif atau negatif yang memang kedua hal ini tidak dipungkiri selalu ada maka seoarang tersebut harus cerdas bagaimana media massa ini bisa dipakai sebagaimana baiknya. Media massa tidak jauh beda seperti pisau, pisau tergantung orang yang memakainya. Apabila pisau tersebut digunakan untuk memasak berarti sesuatu itu adalah positif. Apabila pisau itu dipakai untuk membunuh seseorang berarti hal tersebut adalah negatif dimana hadirnya media massa ini bagaimana kita harus cerdas dalam memakainya.

Harus media massa sangat deras sehingga berbagai informasi sangat mengalir dan banyak sampai membanjiri kehidupan manusia. Maka sebagai generasi millennials yang baik kita harus mampu bersikap cerdas bagaimana sesuatu itu apakah benar atau tidak untuk kita tulis. Artinya adalah bagaimana kita mampu menyaring berbagai informasi yang akan kita tulis dan akan kita publis. Semua itu kita harus klarifikasi bagaimana kebenaranya informasi tersebut. Sehingga dengan hadirnya media massa ini mampu memberikan kebudayan yang posistif terhadap keadaan sosial manusia.

Maka dari itu, kita harus cerdas banyak hal yang ada dalam media massa tersebut manfaatnya. Akan tetapi disisi lain juga sangat banyak negatifnya sampai pada norma-norma sosial sampai kebudayaan yang memang hadirnya media massa yang disisi lain memberikan dampak yang baik tetapi disisi lain banyak pula pengaruhnya yang memang bersifat negatif. Maka disini pula bagaimana kita sebagai   generasi millennials harus cerdas memilih.

Bagaimana tulisan kita apakah propaganda yang baik atau sebaliknya yang bersifat merugikan dilain pihak. Kita cerdas dalam menentukan dan kita juga harus cerdas dalam bertingkah laku yang sesuai dengan agama islam yang mengedepankan toleransi dan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusian. Itu semua harus kita niatkan sebagai perjuangan dan jihad dalam memperjuangkan kemanusian. Maka dalam perjuangan tersebut pakailah media massa secara cerdas dan bagaimana seharusnya media yang cerdas itu pula.

Harold D Lasswell dan Charles Wright (1954) dalam Akmadsyah Naina (2008: 461-462) mengemukakan adanya empat fungsi yaitu, pertama, sebagai social surveillance pada fungsi ini merupakan bagaimana sebuah media ini dilakukan sebagai penyiaran dan interpretasi dalam kehidupan sosial agar pada fungsi memberikan informasi yang aktual.

Disisi lain sebagai interprestasi atas kontrol sosial dimana teknlogi dan informasi ini bisa berfungsi sebagai kontrol sosial. Agar hal-hal yang kita tidak inginkan akan memberikan informasi yang baik biar tidak dilakukan seperti itu. kedua, sebagai social correlation dengan fungsi tersebut bagaimana dalam kontrol sosial sebagai konsesus sosial. Maka dalam fungsi ini bertujuan bagaimana kehidupan sosial yang memberikan informasi satu sama lain. Kedua hal ini saling berhubungan kita kelompok sosial yang satu dengan yang lainnya. Agar dapat memberikan informasi yang dapat memberikan pesan positif satu sama lain. Ketiga, sebagai  fungsi socialization merupakan sebagai memberikan informasi dengan nilai-nilai luhur.

Dimana nilai tersebut selalu diberikan turun menurun dari generasi lain kegenerasi yang selanjutnya. Keempat, sebagai fungsi entertainment dimana fungsi ini adalah sebagai hiburan bagi khalayak serutama masyarakat yang menjadi objek tersebut. Yang sangat dominan adalah melalui TV dan Radio sebagai media hiburan.

Itulah fungsi-fungsi media massa  yang wajib diketahui oleh generasi millennials. Semua fungsi itu harus kita laksankan sebagai seorang jurnalis islam yang mampu menyatukan dalam berbagai problem keadaan sosial, politik, ekonomi dan budaya. Bagaimana seoarang jurnalis islam harus mampu mengontrol dan sebagai kontrol sosial. Agar masyarakat bisa cerdas terhadap informasi yang membanjiri kehidupan sosial masyarakat. Dimana seorang jurnalis islam cerdas dalam menyikapi hal-hal yang berbau berita profaganda negatif. Baik sosial, agama, ekonomi, politik dan budaya. Bagaimana seorang jurnalis dalam menyikapi hal tersebut harus mampu memersatukan dan mendamaikan kehidupan sosial  tersebut.

Dimana seorang jurnalis harus mampu mengubah kepada peradaban islam yang menjujung tinggi nilai-nilai toleransi dalam setiap kegiatan seorang jurnalis. Dan yang lebih penting bagaimana memberikan paradigma yang baru kepada masyarakat.

Paradigma merupkan hasil teropongan masyarakat bagaimana masyarakat ini cerdas dalam bermedia dan media yang cerda. Maka pola pikir masyarakat harus kita jangan sampai terbawa arus oleh kegiatan media massa yang negatif dalam bermedia. Karena telah tadi dikatakan bahwa media massa telah memberikan pengarus yang besar dalam konrol sosial.

Maka disini bagaimana seoarang jurnalis memberikan penyadaran terhadap berbagai penomena media sosial yang berbau negatip harus kita tinggalkan yang lebih penting adalah menyadaran itu sendiri. Sehingga masyarakat mampu memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk dalam kontek sosial kontrol. Itulah paradigma yang hari ini masyarakat banyak terpengaruh oleh kegiatan media yang bersifat negatip dan tidak ada mangfaatnya oleh kita semua bahkan memberikan efek yang negatip bagi kontrol sosial.

Media massa merupakan salah satu tempat berekspresi dalam kegiatan dakwah pada umumnya. Maka dakwah disini adalah bagaimana kegiatan dakwah ini dilakukan secara dialektis dan dialog. Maka pada waktu itu juga pada zaman awal lahir kegiatan agama islam lahir ketika hasil dialektis antara keadaan sosial yang jahiliyah. Sehingga keadaan ini menjawab bagaimana kegiatan sosial tersebut diubah menjadi kegiatan sosial yang baik dan beradab. Maka kegiatan dakwah adalah bagaimana memecahkan suatu persoalan dalam ruang lingkup sosial mejadi  ruang lingkup yang senantiasa mengedepankan dalam kebaikan.

Ini semua merupakan peradaban baru bagi manusia untuk menjawab tantangan zaman. Sehingga media lahir bukanlah dari keadaan sosial itu sendiri melaikan media lahir dari media itu sendiri. Sehingga apa yang menjadi kontrol sosial bisa terjalankan sesuai dengan keadaan media yang merubah semua itu.

Kemudian bagaimana keadaan masyarakat sosial yang nota bene adalah  banyak garis kelas. Seperti kelas awam, kelas menegah dan kelas cendikiawan dalam hal ini seorang jurnalis harus mampu menyesuikan dakwah tersebut sesuai dengan garis kelas tersebut. Dakwah dilakukan dengan seperti itu akan efektip bila dilakukan seperti itu. Yang lebih penting adalah berdakwah harus senantiasa dua arah agar keadaan sosial mampu dilakukan secara dialektis.

Bagaimana seseorang yang awam mampu menyesuakan dengan paham keawamannya maka disini berdakwah harus dengan kadar pemahaman mad’u-nya. Agar kegiatan dakwah bisa afektip dan terkontrol dalam mejawab sesuai dengan tangtangan zaman. Terlebih sekarang  banyak media untuk kita berdakwah bebas berekspresi. Maka kemanjuan dalam hal kontrol sosial dalam sebuah peradaban inilah yang dinamakan sebagai peradaban baru yaitu  media baru.

Tony Feldman mengatakan media baru dapat membuat informasi semakin mudah, bersifat jejaring, padat, dapat disingkat, dan tidak bersifat fersial. Artinya semua  ini adalah semua orang bisa dan dilakukan secara bebas untuk berekspresi demi kepentingan dakwah islam. Semua bisa diakses dengan mudah dan secara singkat dapat didapatkan. Akan tetapi manusia dengan pengaruh tersebut pengen sesuatu yang intstan untuk didapatkan demi sesuatu yang mereka inginkan. Maka disini penting bagaimana proses untuk kegiatan dakwah tersebut.

Dimana manusia sangatlah mudah dalam proses tersebut menemukan jejaring yang sangat banyak untuk dilakukan dalam kegiatan dakwah islam. Maka disini kegiatan dakwah atau hubungan antara dunia informasi dan teknologi, agama ini kadang-kadang orang memandang secara terpisah. Akan tetapi kedua hal ini sangat berkaiatan.

Maka kemudian yang berpandangan bahwa atara teknnologi informasi dan agama itu terpisah harus  diubah. Bagaimana paradigma tersebut adalah paradigma yang didapatkan hanya kebanyakan doktrin yang tidak mau berfikir akan hal sesuatu ilmu tersebut.

Maka dari kedua hal ini adalah penting bagaimana kedua hal ini sangat berhubungan dalam melakukan konsepsi kegiatan dakwah. terlebih berdakwah dalah hal bil kitabah. Semua hal ini harus kita budayakan untuk bertujuan bagaimana agama islam mempunyai peradaban cendikiawan yang tidak terlepas dalam kegiatan menulis dan membaca.

Comments