Skip to main content

Agama dan Toleransi



Akhir-akhir ini banyak polemik yang berusaha memecah persatuan dan kesatuan bangsa yang memang ini jauh dari pada sikap kemanusian yang dikedepankan. Kemudian polemik tersebut yang melandasi adalah polemik antar golongan dan bahkan umat islam itu sendiri. Apa yang menjadi PR kita semua menyikapi hal itu dan bagaimana meminimalisir polemik tersebut yang memang menjadi faktor perpecahan. Selanjutnya bagaimanakah langkah awal yang harus kita lakukan dalam problem hal itu. Timbulnya ketidak toleransi yang  memang disebakan oleh beberapa faktor seperti tidak lapang dada, egosentris yang tinggi, dan tidak menjujung nilai-nilai kemanusian yang dikedepankan. Maka ketidak toleransi terhadap agama dan bahkan umat islam itu sendiri merupakan sesuatu yang tidak mengedepakan nilai-nilai kemanusian.
Menurut data yang diperoleh dari jurnal Asmad Hanisy, Menerapkan gerakan islam moderat sebagai pengikis fundamentalis dan liberalis dalam mengawal karakteristik islam diindonesia. Sebenarnya islam diindonesia pada intinya hanya satu tapi metodologinya yang bermacam-macam. Ajaran Islam Masyarakat indonesia pada umumnya terbagi kedalam dua  kutub besar yang mempengaruhi islam diindonesia. Kedua kutub yang mempengaruhi islam diindonesia adalah adanya islam fundamentalis dan islam liberalis. Ketiga kutub ini memang sangat berbeda dan masyarakat indonesia hanya menjadi konsumen atas pemikiran-pemikiran negara timur tengah dan barat. Seperti negara iran, mesir, india, pakistan dan negara-negara barat. Pemikiran mereka semua dituangkan dalam bentuk tulisan, buku-buku dan jurnal sehingga mampu menyebar kebelahan dunia. Masyarakat indonesia hari ini kurangnya leterasi budaya membaca dan menulis pada akhirnya hanyalah menjadi konsumen dan dogmatis. Maka untuk mewujudkan kecintaan kita terhadap agama islam perlu menjujung tinggi nilai-nilai toleransi. Kemudian toleransi merupakan sikap empatik dan berada digaris tengah terhadap kedua kutub besar tadi.
Maka  sangat penting bahwa toleransi hakikatnya adalah kemanusian itu sendiri yang melatar belakangi kehidupan beragama.  Bahwa agama muncul itu untuk moral dan kemanusian sebagai kedamaian dalam berbangsa dan bernegara. Ketika agama hadir itu menjadi solusi atas hak sebagai manusia dan yang lebih penting adalah kemanusian. Yang dimana kemanusian adalah memanusiakan manusia bagaimana seorang manusia tidak lagi menjadi penindasan oleh manusia itu sendiri. Maka kemerdekan diatas manusia menjadi seseuatu yang sangat sakral bagi kehidupan manusia. Penindasan yang terjadi didalam sebuah agama itu adalah sesuatu yang menjadikan hanya luarnya dari pada sebuah agama. Maka dipandang perlu adanya kemerdekan diatas kemerdekan manusia maka toleransi akan muncul didalam sebuah kehidupan manusia. Sehingga kecintaan kita terhadap agama diwujudkan dengan sikap toleransi dan menurunkan egosentris didalam diri manusia..
 Yang menjadi karakter bangsa indonesia  adalah budayan toleransi bangsa itu sendiri. Indonesia banyak budaya, bahasa, suku dan tradisi yang dipersatuakan oleh kesatuan bangsa. Yang menjadi kekuatan bangsa ini adalah dengan adanya toleransi. Kekuatan inilah dengan berlandaskan kebudayaan dimasyarakat. Maka budaya toleransi merupakan sebuah nilai kehidupan yang memliki rasa keindahan dalam ruang lingkup tata kehidupan. Maka dari itu, menjaga dan merawat toleransi merupakan salah satu cara memperkuat bangsa kita sendiri dengan  tata kelola aturan kehidupan yang bersumber dari rasa keindahan dan saling menyayangi satu sama lain. Kehidupan ini merupakan sebuah karakter suatu bangsa yang bisa memperkuat kesatuan.  Dengan dipersatukannya sebuah primordial yang memiliki rasa kehidupan sosial dengan mengedepankan rasa toleransi dan empatik. Dan ini semua merupkan sebuah gerakan yang dinamakan islam moderasi yang menjujung tinggi nilai-nilai toleransi dan memiliki rasa empatik terhadap sesuatu.  Maka jelas ketika kita tidak tolerannsi atau intolerasi akan mengakibatkan beberapa kerugian.
Yang pertama adalah, akan menimbulkan perpecahan antar individu intoleran merupakan suatu sikap yang akan merugikan orang lain. Bahkan intoleran ini akan menimbulakan perpecahan terhadap orang terkasih terutama antar individu. Ketika ketidak toleran atau intoleran ini tumbuh dimasyarakat maka tidak mungkin akan terjadi polemik  yang panas. Maka semua itu harus kita kikis jangan sampai indonesia berada dititik ketidak rukunan terhadap sesama manusia yang harus kita hindari bahwa ketidak toleransi sesama manusia atau agama islam itu sendiri akan mengakibatkan polemik yang panjang. Maka dipandang perlu rasa toleransi ini ditumbuhkan disetiap diri manusia. Bahkan sikap toleransi ini menjadi virus bagi agama islam sendiri. Sekarang-sekarang ini memang sikap intoleransi lagi hangat dan sensitif apalagi polemik mengenai agama. Maka dari itu, kita harus hati-hati ketika kita berucap, bertingkah, harus senantiasa kita pikirkan dulu.
Kedua, akan mengakibatkan polemik terhadap kelompok aplagi didalam agama islam itu sendiri. Memang data  mencatat golongan islam diindonesia sekarang banyak dan ini akan besar kemungkinan polemik yang terjadi. Polemik atar kelompok memang akan sangat panas bila nilai toleransi tidak kita kedepankan. Perbedaan atar kelompok memang indah  tapi kalau  misalkan polemik yang terjadi itu akan mengakibatkan perpecahan antar kelompok yang panas. Apakah kita mau yang tadinya kita disatukan dengan kesatuan bangsa bisa menjadi perpecahan kelompok-kelompok tertentu. Maka disetiap kelompok harus senantiasa mengedepakan sikap toleransi toleransi tersebut agar orang-orang  terkasih tidak tersakiti dan tidak merasa dirugikan. Maka semua itu adalah salah satu bentuk bagaimana kita cinta terhadap agama kita sendiri dan cinta terhadap bangsa kita sendiri. Yang nota bene adalah agama islam banyak golongan dan bangsa juga banyak budaya dan itu dipersatukan dengan kesatuan bangsa indonesia.
Oleh karena itu, ketidak toleran atau intoleransi merupakan virus bagi agama dan bangsa indonesia. Yang menjadi karakter bangsa indonesia  adalah budayan toleransi bangsa itu sendiri. Indonesia banyak budaya, bahasa, suku dan tradisi yang dipersatuakan oleh kesatuan bangsa. Yang menjadi kekuatan bangsa ini adalah dengan adanya toleransi. Kekuatan inilah dengan berlandaskan kebudayaan dimasyarakat yang mewujudkan kecintaan dan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusia. Dan itu semua terwujud oleh rasa keindahan yang dipersatukan dengan kesatuan bangsa. Rasakanlah oleh hati dan jiwa-jiwa perdamaian maka akan membentuk sebuah rasa yaitu rasa cinta sesama manusia.

Comments