Oleh
: Hendi Supriatna
Sebagai
seorang muslim wajib kita beribadah
kepada Allah sebagai mahluk yang diciptakannya. Ketika seorang muslim
beribadah itu harus didasarkan kepada keimanan dan kepercayaan kepada Allah.
keimanan dan kepercayaanlah yang akan bagaimana sesuatu itu bernilai ibadah.
Penulis berpendapat bahwa ibadah terbagi menjadi tiga bagaian. Habluminalllah, hambluminannas, hablumminal
alam. Maksudnya adalah bagaimana hubungan kita sama tuhan, lalu hubungan kita sesama manusia
dan bagaimana hubungan kita sama alam. Ketiga tersebut harus bersinergi dengan
kebaaikan anatara keiga hubungan tersebut. Maka dipandang perlu adanya suatu keimanan dalam hati seorang muslim. Beribadah sebagai mahluk
merupakan sesuatu kewajiban atas tugas sebagai hambanya. Ketika membicara
mengenai ibadah tentu menjelaskan tentang takwa.
Takwa
merupakan kepatuhan seorang hamba kepada tuhannya maka konsep tersebut disebut
ibadah. Dalam al-Khujurat ayat 13 yang artinya sesungguhnya orang yang mulia
mungguhing Allah adalah orang yang bertakwa. Sehingga orang yang dicintai dan
Allah sayangi adalah orang yang bertawa. Takwa sebagai indikator bahwa seseorang itu beribadah
kepada tuhannya. Oleh karena itu, beribadah harus senantiasa didasari dengan penuh
keiklasan dan kepasrahan kepada tuhan. Takwa adalah imtisaru awamirillah wajtinabu nawahi menjalankan segala perintah
Alah dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah. Maka perintah dan larangan inilah yang harus diketahui sebagai
seorang muslim.
Ketika
berbicara mengenai takwa kita harus kaitkan dengan bagaimana hubungan sosial
seorang meslim. Hubungan tersebut harus menjadi sebuah pola hubungan yang baik
agar satu sama lain bisa saling berdealektika antar seorang yang beragama
islam. Dan sebagai seorang muslim diwajibkan juga agar kita melek terhadap
problem-problem sosial yang hari ini terjadi. Ketika seorang muslim melihat
pakir miskin, anak yatim dan lain sebagainya. Seorang muslim haus sadar dengan
semua itu karena seorang muslim wajib kita saling bantu dan saling bahu membahu
dalam kebaikan.
Sebagaimana
sama-sama pemeluk agama islam kita wajib bersaudara dan menumbuhkan dan
menjujung tinggi nilai-nilai ukhuwah
Islamiyyah sebagaimana Allah berfirman dalam al-Quran,
Artinya
:
“dan tolong menolonglah kamu dalam
mengerjakan kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa
dan pelanggaran” (QS. Al-Ma’idah: 2),
sebagaimana
hadits Nabi Muhammad SAW: “perumpamaan
kaum mukminin dalam cinta mencintai, sayang menyayangi, dan bahu membahu
seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh
anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur
dan demam. (HR. Bukhori-Muslim), maka pentinya sebuah persaudaran dalam islam
itu sendiri guna menumbuhkan rasa tolong meolong dalam setiap melakukan
kebaikan. Dan ketika ada sesama manusia yang meraskan sakit maka kita juga
merasakannya saling tolong menolong dan bahu membahu dalam setiap apapun
terrutama dalam hala kebaikan.
Ukhuwah Islamiyyah adalah
suatu konsep untuk mempersatukan umat islam itu sendiri dari berbagai
perpecahan dan dengkian. Maka konsep tersebut merupakan suatu kekuatan untuk
menjujung tinggi nilai-nilai persatuan. Nilai-nilai yang terkandung dalam
konsep ukhuwah Islamiyyah terkandung
bagaimana persatuan dalam beragama islam ditegakan. Sebagai seorang muslim
harus mampu bagaimana konsep ukhuwah
Islamiyyah ditegakan melalaui kontrol sosial.
Dimana
merubah pola pikir masyarakat kearah yang moderat demi terwujudnya masyarakat
yang toleran terhadap suatu apapun. Ketika menghadapi suatu perpecahan maka
penting yang harus kita kedepankan adalah ukhuwah
Islamiyyah demi terwujudnya perdamaian dimuka bumi. Maka sebuah proses
memiliki peran sangat penting dalam menjujung nilai-nilai ukhuwah Islamiyyah yang harus kita terapkan dimasyarakat sebagai
sosial kontrol. Maka sosial kontrol merupakan suatu pengendalian atas
masyarakat tidak dibenturkan dengan ketidak nyamanan terhadap sesuatu. Maka
kontrol sosial sangat perlu untuk diterapkan.

Comments
Post a Comment